Headlines
Published On:Sabtu, 21 Januari 2012
Posted by AchiyaK Deni

Yang Doyan Makan, Datanglah Ke Padang Panjang



Apakah memang ada korelasinya antara suhu udara yang dingin dengan tingginya selera makan seseorang. Karena katanya udara dingin membuat seseorang cepat merasa lapar dan makan terasa lebih nikmat. Apakah harus ada penelitian ilmiah untuk membuktikan itu.. karena secara umum mungkin kita bisa menyimpulkan bahwa memang benar sebagian besar kita akan cepat merasa lapar di udara dingin..


(Udara cerah di Padang Panjang, pemandangan yang jarang ditemui)

Barangkali karena itu pulalah, orang Padang Panjang yang sehari-hari dibalut udara dingin menjadi sangat ‘pemakan’, maksudnya suka makan enak. Jika anda sedikit teliti, anda bisa mengitung begitu banyaknya tempat makan di kota kecil ini. Tahun kemarin saya sempat mengitung jumlahnya untuk keperluan tesis saya, dan ternyata jumlahnya lebih dari 50 buah mulai dari yang representatif macam RM Pak Datuk, Sate Mak Syukur (SMS) sampai kelas ekonomi eh..ampera, bofet, kantin dan sebagainya. Untuk anda ketahui jumlah ini melebihi yang dimiliki Bukittinggi yang notabene lebih ramai dan lebih dikenal wisatawan. Sepertinya orang Padang Panjang begitu Pede kalau soal urusan membuka warung makan ini.. agak berdaceh saja sedikit rasa  gulainya..maka dengan semangat 45 langsung dipancang tiang untuk buka warung nasi..atau sekedar ampera K5 :-)

Kesudut mana saja anda melangkahkan kaki di kota kecil ini anda akan melihat warung makan..kantin atau cafetaria apakah segmennya cuma untuk pelajar, pegawai kantoran atau kalangan ojekers only.. tapi..ya begitulah, banyak yang bisa bertahan, sebagian kecil lainnya  ada yang sekedar coba-coba lalu meredup akhirnya hilang dari peredaran. Memang kalau soal bisnis makanan ini  seperti itu kuncinya tetap soal rasa.. bagaimanapun  megah dan mewah rumah makannya, bagaimanapun gencarnya promosi, bagaimanapun ramahnya pelayanan menyambut tamu, tapi kalau rasa tidak nyangkut di lidah pembeli..pasti bisnis itu akan mandeg.. gimana orang mau singgah jika hari senin masakannya lumayan sedap..hari selasa sudah lain pula rasanya..hari kamis makin jauh akhirnya hari minggu kosong melompong warung nasi itu..jan kan urang, rangik se ndak inggok. Tapi bagi mereka yang serius di bisnis ini tentu sudah mengantisipasi masalah ini, sehingga mereka bisa bertahan.
Kembali ke pangkal cerita, untungnya di Padang Panjang kebanyakan tempat makan  bisa bertahan dan meneruskan roda bisnisnya..barangkali karena orang Padang Panjang merupakan koki yang handal, jadi apapun yang dimasak terasa enak di lidah dan layak jual, atau barangkali karena faktor udara dingin tadi sehingga makanan apapun terasa nikmat di Padang Panjang. Jarang sekali ditemukan rumah makan, café atau tempat makan lainnya yang benar-benar langsung bubar begitu launching product. Kalaupun ada mungkin karena memang poduknya belum layak go publik. biasanya rendang kalau dikudap terasa nikmat, ini malah membikin dahi mengerinyit, mata membulancit karena itu tadi, rasa yang tidak pas, jauh panggang dari api..mungkin terlalu pedas..atau gulainya seperti tersiram ombak alias keasinan, dendengnya terlalu keras, digigit berdangkang di pangkal geraman :-) dan sebagainya..atau sebab lain yang tak bisa ditolerir misalnya pelayanan yang tidak ramah, jauh dari excellent service..siapa pula yang akan berselera makan jika orang lepaunya sepanjang waktu merengut bin membudut saja, muka ditekuk kayak onta, atau kurenah pemilik warung makan yang suka nakal soal harga..kita makannya, tiga dihitung lima.. Pengunjung mana yang rela dikerjain seperti itu. Kalau pengelola rumah makan berani berbuat seperti itu..tunggu sajalah kehancuran..eh kebangkrutan. Informasi praktek nakal seperti itu akan sangat cepat tersebar dari mulut ke mulut lebih cepat daripada radio 3 band sekalipun J. Kalau sudah begitu kejadiannya jangan harap bisa berkecimpung lagi dibisnis itu..putar sajalah biduk ke nan lain..kok ka manggalas babelok manjua barang mudo gai dicubo atau buka warnet he..he. (kan lagi booming om !) :-)
E..yayai..malala pulo carito kito baliak..Kita balik sekali lagi ke pokok persoalan. Hal-hal diatas tadi sebenarnya cuma pemanis cerita alias palamak carito kata orang Padang hal-hal seperti itu sebenarnya tidak akan anda temui di Padang Panjang. Malahan di kota sejuk ini selera anda akan termanjakan, pelayanan sangat ramah dengan harga terjangkau. Kalau soal makanan tidak salah jika dikatakan Padang Panjang sebagai salah satu tempat yang mesti dikunjungi di Sumatera Barat. Lidah anda akan bertemu jodoh dengan menu khas Minangkabau.
Mungkin sebaiknya kita ilustrasikan sebuah perjalan imajiner anda ke Padang Panjang dalam rangka menjelajah kekayaan kuliner di kota hujan tersebut. Misalkan anda seorang wisatawan yang hobby makan dengan kapasitas lambung diatas rata-rata seperti Bedo Buloe, pembawa acara kuliner di Trans TV itu.  Jika anda sampai di Padang Panjang menjelang siang sebaiknya anda coba mencicipi dulu ikon kulinernya Padang Panjang terlebih dahulu, yaitu Sate Mak Syukur. Sate yang khas dengan kuah kuningnya yang sedap serta potongan daging gurih yang besar berdegap sangat layak anda coba.  Saking terkenalnya Sate ini, jarang sekali  tamu yang berkunjung  atau sekedar melintas di Padang Panjang yang melewatkanya. Bahkan Kepala Negara pun tergoda hatinya untuk mencicipi sate ini, diluar agenda protokolernya sewaktu berkunjung ke Padang Panjang. Kalau berminat, silahkan anda berkunjung ke Sate Mak Syukur yang berlokasi di pinggir jalan raya Padang – Bukittinggi di Silaing Bawah. Dengan porsi standar yang cuma seharga Rp 14.000 akan akan puas dengan hidangan ini dan akan lebih sedap jika makan satenya ditemani kerupuk kulit atau karupuak jangek plus secangkir teh manis. Kelebihan Sate Mak Syukur ini adalah rasanya yang pas di lidah tidak saja bagi orang Minang tapi juga tamu dari luar, dan rasa itu tidak pernah berubah dari waktu kewaktu semenjak pengelola dari generasi  pertama sampai generasi kedua sekarang ini. Kalau soal rasa bahasa kerennya Sate Mak Syukur sudah standarized, pengelolaannya well managed dan produknya well packaged.



(Sate Mak Syukur)
Puas menyantap Sate Mak Syukur anda cobalah berkunjung barang sekejap ke objek wisata yang ada di Padang Panjang seperti Mifan Waterpark atau Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) yang terletak tidak jauh dari Sate Mak Syukur. Ketika perut anda sudah minta jatah untuk disi dengan makan besar, saya menyarankan anda segera menuju salah satu restoran atau warung nasi yang banyak bertebaran di Padang Panjang. Yang paling dikenal wisatawan dan juga representatif sekali adalah RM Pak Datuk. Rumah Makan dengan bangunan berarsitektur khas Minangkabau ini akan memanjakan lidah anda dengan beragam menu khas minangkabau, Seperti Rendang, Dendeng Batokok, Gulai Kepala Ikan, Gulai Cancang, Pangek, Gulai Banak alias Gulai Otak , Goreng Bilih (sejenis ikan endemic yang cuma ada di Danau Singkarak), dan masih banyak lagi. Semuanya dijamin enak bin lamak, tapi yang mesti anda ingat bahwa ciri khas masakan Minang adalah banyak santan dan minyak. Jika anda punya kecendrungan kolesterol tinggi atau hipertensi anda mesti mengontrol diri di Padang Panjang, Jangan pula coba-coba makan Gulai Banak yang yang terbukti Highly Cholesterol itu jika masih ingin menikmati indahnya mentari pagi berseri seri di pagi hari lebih lama lagi :-)








(Pak Datuk’s Collections)

Jika anda ingin lokasi yang lebih ramai di pusat kota, anda bisa singgah di RM Gumarang. Rumah Makan yang sudah berumur lumayan tua ini berlokasi persis di pusat Kota Padang Panjang dan selalu ramai dikunjungi. Disamping menunya yang pas di lidah reputasi rumah makan ini bagi masyarakat Padang Panjang dan sekitarnya agak berlebih dibanding yang lain. Beberapa tahun yang lalu ketika Rumah Makan ini masih nomor satu di Padang Panjang makan disana terasa lebih bergengsi terutama bagi dunsanak-dunsanak kita dari pedesaan di seputar Kota Padang Panjang. Saisuak, maksudnya dahulu, Saudara atau dunsanak yang dari kampung sekitar, bahasa kerennya kawasan hinterland Padang Panjang merasa sangat bangga makan siang di RM Gumarang tersebut. Seperti sudah jadi kebiasaan para petani sehabis menjual hasil buminya di hari pasar Padang Panjang pada hari Senin dan Jumat akan menyempatkan diri makan siang di Gumarang. Duh..kalau sudah duduk di Gumarang serasa sudah hebat benar diri ini rasanya..sudah seperti orang lain pula kita, makan siang di rumah makan gadang itu begitulah cerita yang disampaikan kakek saya yang sudah tua (kakek emang nggak ada yang muda ya) beberapa tahun yang lalu ketika saya masih berselesma.
RM Gumarang memang selalu ramai terutama di jam makan siang karena kebanyakan para pedagang dan dunsanak kito yang saya ceritakan tadi bersantap disana. Di puncak jam makan siang anda yang terbiasa makan dengan suasana tenang akan menemukan suasana yang beda.
“Tambuah ciek “ sorak seorang pengunjung dari meja no tiga
“Tambuah ciek meja tigo” sahut pelayan lebih keras lagi pada kawannya bertugas mengambilkan menu didepan.
“Toloang etoang ciek ko” seru pengunjung disudut yang lain yang sudah selesai bersantap (Maksudnya dia minta dihitung berapa harga yang harus dibayar atas menu yang sudah dimakannya). Kira-kira begitulah gambaran suasana jam sibuk di RM Gumarang, ditambah lagi dengan gaya pelayan yang tergesa-gesa serba cepat melayani pengunjung. Kalau anda kebetulan membawa kamera kodak-kodak jugalah momen unik khas orang Minang ini.




(RM Gumarang, di saat jam makan siang)

Dipusat kota, selain RM Gumarang adalagi beberapa Rumah Makan yang cukup terkenal seperti RM Delima, RM Cahaya Baru, RM Alima, dan lain-lain. Jika anda ingin suasana yang lebih ramai lagi coba anda masuk kedalam Pasar Padang Panjang, didalamnya banyak terdapat warung nasi kecil yang kadang kapasitas tepat duduknya cuma 6 orang. Karena terletak dalam pasar berbaur dengan pedagang lain jelas saja suasananya ramai, tapi kalau soal rasa jangan ditanya Two Thumbs Up man !
Kalau anda tidak nyaman dengan suasana yang terlalu ramai anda bisa mencari yang lebih tenang dipinggiran kota. Tempat makan yang lebih tenang dapat anda jumpai dipinggiran misalnya Rumah Makan Singgalang, Rumah Makan NPM, Rumah Makan Simpang Monas, Warung Nasi Labuah Sampik (Warung nasi yang terletak di depan POM Bensin Ngalau ini ini memang sempit sekali..kalau selesai makan jangan coba berlama-lama duduk disini..karena masih banyak yang antri dibelakang anda. Warung yang dikelola sepasang kakek dan nenek yang sudah tua ini memang cuma punya 8 tempat duduk, Sampik tapi lamak),Warung Nasi Ransam, Warung Nasi Simpang Lapan dan masih banyak lagi. Soal harga dijamin memuaskan kalau tak ingin disebut murah meriah..itu adalah tempat makan yang punya kekhasan sendiri-sendiri, punya pengemar dan segmen pembeli tersendiri pula. Silahkan dicoba pokoknya mak nyuuss..
Untuk meredakan perut yang kekenyangan setelah makan besar anda bisa beristirahat dulu di beberapa penginapan yang ada di Kota Padang Panjang. Untuk ukuran kota kecil, memang sarana akomodasi yang tersedia baru penginapan kelas melati, itupun cuma ada 5 biji. Tapi kondisinya bagus, bersih dan cukup nyaman. Yang agak mentereng adalah Wisma Pangeran. Sore hari,  karena anda hoby makan dan punya lambung karet saya mengasumsikan anda sudah lapar lagi, minimal perutnya minta diisi penganan kecil atau sekedar minum sore. Yang paling pas, sebaiknya anda coba nongkrong di cafe-kafe atau kalau di Padang Panjang di sebut Bofet yang banyak tersebar disekitar Pasar. Di bofet-bofet ini yang dicari biasanya minumannya..saya sarankan anda mencoba minuman khas Minang yaitu Teh Talua (Kuning telur –biasanya telur bebek- yang dikocok pake gula dan sedikit penyedap kemudian diseduh dengan teh kental mendidih) rasanya hmm…sedap. Anda tak perlu ragu minuman ini berbau amis, pembuat teh telur yang piawai di Padang Panjang ini sanggup menjadikan kocokan telur mentah yang diseduh air panas itu menjadi minuman yang nikmat dan bergizi tinggi. Soal gizi ini kadang dilebih-lebihkan Orang Minang sebagai minuman penambah stamina khusus atau Aphrosidiac atau untuk mengembalikan energi. Kalau Jumat pagi..anda duduk di warung minuman pasti banyak bapak-bapak yang pesan minuman teh telor ini..mungkin untuk pengganti energi yang terkuras akibat ‘aktifitas malam jum’at’ he..he..


(Local aphrosidiac…)

Jika anda benar-benar ragu minum teh telor mungkin anda bisa pesan kopi saja.. nggak usah banyak-banyak cukup secangkir kecil, yang istilah Orang Minang setengah “mintak kopi steng” artinya minta kopi setengah. Kadang anda akan  menemukan keceriaan di bofet atau warung kopi itu, kalau empunya punyo rasa humor kadang kalau kita minta kopi ditanya lagi “Pakai aie ?” (maksudnya Pakai air) ya iyalah..masak minum kopi nggak ada airnya.  Ingin suasana yang lebih berbeda, cobalah disore hari itu anda mampir di cafenya remaja, nggak tau kenapa ada beberapa kafe di Padang Panjang yang otomatis tersegmentasi  cuma untuk pelajar dan ABG..nggak ada salahnya anda merasakan suasana kafe mereka itu sekedar mencicipi roti bakar atau mereguk jus buah. melengah-lengah andir saja duduk disitu anda akan melihat polah dan kurenah para remaja ABG di kafe. Lucu juga kadang melihat aktifitas mereka bersama ngobrol  dengan gaya khas remaja masa kini. Yang jadi masalah logatnya itu..mereka piawai berbahasa Indonesia Raya bahkan bahasa gaul anak metropolitan namun kedengaran ditelinga gimana gitu..terlalu dipengaruhi logat Minang yang khas
“Manga namuah sajo loe digitu-gituan ?“
“Pokoknya gua ndak terima doh, Bisuak gua kecek an ka amak gua”
Adalah contoh penggalan kalimat campur aduk yang mungkin anda dengar dari mulut ceria para ABG itu..lumayanlah untuk hiburan di sore hari . Kalau nggak cocok dengan usul saya gimana kalau nyantap Bakso Amin di Simpang Bioskop Karya.. Bakso sedap yang sudah terkenal sejak lama ini sangat efektif mengusir rasa dingin yang hampir setiap hari membalut Padang Panjang.. Kata orang-orang sih lebih enak lagi makan baksonya pake kerupuk jariang alias jengkol. Mending anda coba sendiri, soalnya saya tidak doyan jengkol.



Aktifitas berburu kuliner di malam hari di Padang Panjang lebih seru lagi. Pemandangan malam hari seolah membuktikan bahwa memang orang Padang Panjang itu sangat suka makan, minimal ngemil.. mulai jam lima sore jalan Imam Bonjol yang merupakan jalan utama yang membelah Pasar Padang Panjang mulai dipenuhi pedagang kaki lima khusus makanan. Jalur sepanjang + 300 meter itu kiri kanannya dipenuhi pedagang makan dengan bermacam dagangan, mulai dari nasi ampera, gorengan, buah, soto, bakso, somay, martabak, Fried Chicken ala K5 atau masakan dari tanah seberang seperti ayam bakar Wong Solo, Pecal lele, atau sate ayam Madura, mie pangsit, tahu goreng Sumedang sampai minuman seperti bandrek, air tawar, jamu, dan lain sebagainya. Anda akan merasa rugi jika tidak mencobanya. Saya sarankan untuk mencoba Sate Ayam Madura K5 yang selalu laris setiap malam. Secara pribadi ini favorit saya..dulu ketika masih berpacaran dengan amak paja.. sering juga nongkrong berdua disini..habis mau kemana lagi..saat itu belum ada kafe yang nyaman buat ngobrol… Gengsi ? He..yayai..yo..namanya pacaran duduk dimana saja enak asal berdua..gak peduli bau asap sate..he..he.. Sekarang pun masih sering nongkrong di Sate Madura itu tapi nggak berdua lagi..bertiga sama anak he..he..






Kalau untuk makan nasi malam hari nggak saya saranin deh..karena masih banyak yang bisa dinikmati untuk mengisi perut. Nanti kalau makan nasi jadinya nggak berselera lagi makan yang lain, padahal masih banyak yang akan diburu.. Kalau mau hidangan ditempat yang nyaman saat ini sudah ada beberapa kafe yang nyaman di Padang Panjang. Tapi anda jangan membayangkan kafe seperti di kota besar. Kafe disini adalah tempat makan minum dengan menu yang agak berbau kota besar dengan lokasi yang nyaman. Sekedar makan nasi goreng atau mie rebus sambil dengar musik atau bahkan berkaraoke ada Cafe Caristo ditengah kota. Nyaman..lokasinya pun seronok sangat kata Upin dan Ipin. Mau Pizza dan Spaghetti ala Padang Panjang juga ada di CSN Cafe didekat perlintas rel kereta api Kebun Sikolos , atau ingin menu khas yang menggoda anda bisa coba nongkrong di Cafe Kubang Belakang SMP I Padang Panjang dengan menu andalan Martabak Mesir Kubang..dijamin ketagihan !!



(Sphagetti lokal..)

(Martabak Kubang)
Kalau perut anda masih bisa diisi, mari kita berburu durian.. musim durian di Padang Panjang biasanya mulai September sampai Januari. Sebenarnya Padang Panjang bukan penghasil buah yang harum mewangi semerbak sepanjang hari ini, namun dipasok dari daerah tetangga. Durian yang terkenal berasal dari Gunung Rajo, Tanah Datar yang bertetangga dengan Padang Panjang serta Durian Kayu Tanam.. Kalau lagi musim dirian wow..ramenya bukan main tidak siang..tidak malam, sepanjang Jalan Imam Bonjol terlihat orang bertransaksi jual beli durian..heran, buah yang nilai gizinya tidak seberapa itu sangat diminati dimana-mana termasuk  di Padang Panjang.. Kalau anda tidak piawai memilih durian yang bagus..sebaiknya cari yang instant saja di K5. Di sana Durian kualitas bagus sudah siap saji..biasanya makannya pakai ketan. Uenaak sekali.. pengen tahu juga siapa orang yang pertama kali menemukan kombinasi makanan ini, Duren sama Ketan..Two Thumbs up lagi buat dia..!



Kayaknya nggak ada lagi ruang untuk makanan di perut anda, mending sekarang balik ke penginapan. Karena malam semakin dingin sebaiknya anda pesan dulu segelas bandrek untuk penghangat badan sebelum tidur. Cuma itu penghangat badan di Padang Panjang, anda jangan coba-coba berpikiran nakal disini..nggak bakalan ada..ini Kota Serambi Mekah Bung ! Ok..lah, selamat beristirahat..oh ya hampir lupa besok pagi kalau kita beruntung, kita pesan Gulai Kambing di RM Gumarang atau RM Singgalang.. sekalian nyari lemang tapai. Untuk oleh-oleh kita cari jagung goreng di Silaing Atas. Deal ?
Deal..!
Good night… !

Sumber   :      http://rainytown1790.wordpress.com/

Klik Bintang Untuk Voting Anda
Rating: 4.5
Description: Yang Doyan Makan, Datanglah Ke Padang Panjang
Reviewer: AchiyaK Deni
ItemReviewed: Yang Doyan Makan, Datanglah Ke Padang Panjang


About the Author

Posted by AchiyaK Deni on Sabtu, Januari 21, 2012. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By AchiyaK Deni on Sabtu, Januari 21, 2012. Filed under , , , . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 comments for "Yang Doyan Makan, Datanglah Ke Padang Panjang"

Posting Komentar
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..

VISITORNEW POST
PageRank Checker pingoat_13.gif pagerank searchengine optimization Search Engine Genie Promotion Widget ip free counter