Headlines

Pariwisata di Solok Selatan

Posted by AchiyaK Deni | Selasa, 18 September 2012 | Posted in








1 LOVE SOLOK SELATAN
Solok Selatan wilayah kabupaten merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bisa menjadi wisata alam 

Fauna2 seperti harimau sumatera, siamang,
* Banyak jenis burung dan hewan lainnya.
* Flora, seperti:. bunga Raflesia, Angrek
* Wisata alam seperti air terjun,
* Sei. . Talang, Bukit dan Danau Buntak
* Wisata budaya: Tempat bersejarah,
* Tradisional Desa Minangkabau dan lain-lain 

Kerinci Gunung 



Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai + 3.805 m dari atas permukaan laut ini menjulang sendiri diantara perbukitan disekitarnya. Gunung yang begitu mempesona banyak memberi inspirasi bagi kita untuk melakukan pertualangan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan aneka flora dan faunanya. Gunung Kerinci ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Lokasi : Terletak diperbatasan Kab. Solok Selatan dan Kab. Kerinci.


Air Terjun TIMBULUN (Timbulun Air Terjun) Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 m, yang merupakan aliran sungai Batang Liki. Air terjun Lokasi sangat strategis, karena terletak di sisi kanan jalan Labuh-Muara Raya Padang Aro.Lokasi: Terletak di Nagari Lubuk Gadang + 2 km dari Ibu Kota Kabupaten (Padang Aro) dan + 161 km dari ibu kota Provinsi (Padang).  


                                                              Aia Tajun Timbulun


Air Terjun TIMBULUN Koto BIRAH (timbulun air terjun koto birah) Air terjun dengan ketinggian 20 m terletak di Koto Baru, Sungai Pagu Kabupaten. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang diciptakan oleh air terjun merupakan pangsa air terus menimbulkan gemuruh dan pendinginan semburuh embun. Selain itu, dengan kondisi masih alami dan pembangunan diperlukan.Lokasi: Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Sungai Pagu Kabupaten. Tentang + 2,5 km dari jalan Pekan Selasa Muara Labuh, dan + 30 km dari Padang Aro. 

Air Terjun talang SEPINTIR (Talang Sepintir Waterfall) Air terjun dengan ketinggian 20 m, ada perkebunan kelapa sawit di daerah berbatasan dengan perkebunan karet yang dimiliki oleh rakyat. Sekitar 100 m dari air terjun ini ada tanah kosong dengan karpet area sekitar 2 hektar +. Daerah ini menyediakan tempat untuk berkemah. Dari lokasi ini kita dapat melihat bentuk deretan daerah memgelilingi bukit perkebunan tanaman kelapa sawit yang membuat alam yang indah di sana. Lokasi: Terletak di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan, + 27 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro) dan + 190 km dari ibukota Provinsi (Padang). Dapat ditemukan dengan kendaraan roda 2 (dua) roda atau 4 (empat). 

Rafting BATANG Liki Kegiatan di tempat wisata mulai dari kondisi aliran Batang Liki dengan cukup cepat dan ada batuan dinding kiri dan kanan di sungai, kemudian melompat ke tempat-tempat wisata Sangir.Arus hujan aliran Batang Batang Sangir dikenal sebagai cukup menantang untuk Olahraga atraksi utama wisata. Hal ini karena tingkat kesulitan cukup tinggi bahwa lima gradien. Wisata perjalanan wisata utama berakhir di Sungai Batang Hari. Lokasi: Ada di Nagari Lubuk Gadang, yang terletak di Batang Liki Jorong Liki (+ 3 km dari Padang Aro, + 160 km dari Padang), yang terletak di Batang Sangir Jorong Sampu (+ 2 km dari Padang Aro, + 165 km dari Padang). Sungai ini mengalir ke Sungai Hari di batang Ulung Nagari reservoir penutup (79 + km dari Aro, + 242 km dari Padang). 

AIR Terjun Tangsi 4 Kerinci (Tangsi 4 Waterfall) Dua (2) tingkat air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 m ini adalah Allah yang tak ternilai. Sebelum kita pergi ke lokasi air terjun pertama kita akan melihat kebun teh paving turn.to pergi ke lokasi kita tidak akan terlalu sulit karena jalan untuk terjun telah terbuka. Lokasi: Terletak di Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, tepatnya di kawasan kebun teh Mitra Kerinci, sekitar 8 km dari ibukota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro. 

Air Terjun Ulu SULITI (SULITI Waterfall) 
Air Terjun Ulu Suliti memiliki tinggi 40 meter dan terletak di daerah perbatasan Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Ini adalah air terjun tertinggi di Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai lokasi air terjun ini Anda harus berjalan-jalan sekitar 5 km dari daerah perbatasan Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Lokasi: Air terjun Ulu Suliti terletak di kawasan Ulu Suliti pakan rabaa Desa Koto Parik Gadang Diateh Kecamatan, sekitar 55 km dari Padang Aro.


AIR MALANCA Air ini hilir di atas karang cekung, sehingga kita dapat berselancar di arus. Untuk mencapai ke lokasi ini kita dapat menggunakan kendaraan roda Empat dan Dua roda. Lokasi: Terletak di Sungai Lambai Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sagir. Sekitar 8 km dari ibukota Kabupaten Padang Aro. 

Air Terjun BATANG Daun (Batang Daun Waterfall) ini air terjun dengan ketinggian sekitar 15 Km. Lokasi: Terletak di Nagari Taratak Baru debit sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan. 

Air Terjun Lambe (Lambe Air musim gugur) air terjun ini terletak di belakang Bukit Lokasi: Terletak di Jorong Pinti Kayu Nagari Pekan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, jauh lebih dari 55 km dari kecamatan modal. Teh Mitra Kerinci Perkebunan itu jalan dimulai pada 1985, dengan 1500 + ha perkebunan, di bawah Gunung Kerinci. Status kepemilikan tanah dimiliki oleh Negara di bawah wewenang Depertemen Keuangan yang dikontrak oleh PT. Mitra Kerinci untuk jangka waktu 30 tahun.Jika kita memasuki daerah ini, Anda akan melihat hamparan tanaman teh berpengetahuan.Diantara beberapa peta / bedengan tanaman teh merupakan tanaman Andong betwwen oleh merah yang berfungsi sebagai kutipan batas batas jarak dan menambah keindahan Teh teh Taman, yang selalu selipkan Mounth Kerinci. di daerah ini juga terdapat air terjun Tansi Ampek dari dua tingkat, tingkat pertama dengan ketinggian 15 meter dan 10 meter tingkat kedua yaitu 5 meter dari air terjun pertama. Lokasi: Terletak di Jorong Sungai lambai Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir , + 5 km dari ibukota kabupaten (Padang Aro) dan + 158 km dari ibukota Provinsi (Padang).

Air Terjun Pelangai Gadang

Selama ini penikmat wisata atau petualang hanya mengenal kabupaten Solok Selatan dengan agrowisata kebun teh milik PT Mitra Kerinci. Kebun teh seluas 1.500 hektare, menyajikan pemandangan hijau, akibat hamparan tanaman teh yang luas. Selain tanaman teh, diantara bedengan tanaman teh diselingi tanaman Andong dengan warna merah tua sebagai batas jarak petik teh, menambah keindahan kebun teh yang menyelimuti kaki Gunung Kerinci.

Dalam kawasan ini, terdapat air terjun Tangsi Ampek yang terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama memiliki ketinggian 15 meter dan tingkat kedua dengan tinggi 10 meter yang berjarak 5 meter dari air terjun tingkat pertama. Untuk menjangkau tempat ini, bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Lokasi terletak di Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir. Dari ibukota kabupaten, Padang Aro jaraknya tak lebih dari 5 km. Dari Padang, jaraknya lebih kurang 158 kilometer.

Masjid 60-Aso

Masjid ini terletak di Nagari
Talang, Pasir Pagu, Sungai
Kabupaten sekitar 40 km dari
ibu kota Solok Selatan,
Padang Aro
60-Aso masjid merupakan masjid tertua di Sungai Pagu Subdiatrict.
Kata 60 Aso berasal bahasa Dari Tiang Mesjid Yang berjumlah 60 buah. Nama 60 - Aso berasal dari tiang masjid yang terdiri dari 60 tiang. Setelah pembangunan masjid selesai, tiang masjid ini hanya 59 tiang.Akhirnya kutub ditambah satu kutub, dalam rangka itu selesai menjadi 60 tiang, tapi setelah dihitung kembali, tiang tersebut kembali hanya berjumlah 59. Jadi masjid ini dinamai 60 - Aso.

Kuno fosil
Fosil binatang purba adalah satu-satunya yang ditemukan di Solok Selatan Kabupaten. Fosil ini ditemukan pada tahun 2001 di desa BALUN pada daerah sawah dari seorang pria bernama Jamaris. Awalnya, tulang-tulang yang ditemukan hanya satu nugget dan Jamaris pikir jika hal hanya kayu, sehingga ia berpikir untuk menggunakannya untuk menopang pintu.Setelah diperhatikan lebih seksama, tampak bahwa ada singularitas yang adalah jumlah rongga pada benda yang menyerupai tulang makhluk hidup.Akhirnya, penggalian lebih lanjut dilakukan agar karya lain akhirnya ditemukan. Untuk mencapai lokasi ini, Anda dapat menggunakan dua roda atau empat roda, sekitar 45 km dari ibukota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
Lokasi di mana fosil anciernt ditemukan terletak di Desa Balun, pakan Rabaa, Koto Gadang Parik di Ateh. Kecamatan.

Taman Nasional Kerinci Seblat


Adalah Taman Nasional yang terletak pada 4 Provinsi yaitu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. Di dalamnya kita bisa menyaksikan keaneka ragaman Flora dan Fauna yang dilindungi oleh Dunia. Binatang-binatang liar seperti Harimau, Beruang, ular dan lainnaya hidup bebas disini. Selain itu anda akan menjumpai Tumbuhan Langka seperti Bunga Raflesia Arnoldi dan sejenis bunga Anggrek liar.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Kawasan TNKS merupakan hutan belantara tropis yang asli, mempunyai luas areal 1.368.000 ha. Terbentang di empat wilayah provinsi yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi. Empat puluh lima persen (45%) dari kawasan TNKS atau 422.190 ha. berada di wilayah provinsi Jambi membentang dari wilayah kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun, Merangin dan Kerinci. Sedangkan pusat daya tarik kawasan TNKS terletak di kabupaten Kerinci dengan jarak ±491 km dari kota Jambi. Luas TNKS di Kabupaten Kerinci mencapai 215.000 ha. yang merupakan enclave terbesar didunia dan juga sebagai kawasan konservasi/hidrologi serta memiliki potensi alam berupa beraneka ragam hayati daerah tropis dan budaya yang sangat menarik.

Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiri dari berbagai jenis mamalia, burung, reptil, amphibi dan primata serta beberapa satwa langka yang dilindung. Tak kalah menarik dari itu semua adalah terdapat berbagai jenis flora yang mencapai sekitar 4000 spesies, yang spesifik diantaranya adalah Pinus Mercusii Strain kerinci, Kayu Pacet (Harpullia Arborea) yang memiliki warna yang sangat menarik. Bunga raflesia (Raflesia Arnoldi), Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum) yang merupakan bunga tertinggi di dunia.

Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli ini dikelola dengan sistem zonasi dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Sedangkan fungsinya sebagai penyangga sistim kehidupan, pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Dikawasan ini terdapat gunung vulkano aktif tertinggi di pulau Sumatera yaitu Gunung Kerinci (3.805m dpl). Kawasan TNKS banyak memiliki objek wisata yang mengagumkan seperti danau dan air terjun. (http://wisata-jambi.com/id/index.php?option=com_content&task=view&id=96&Itemid=215)

Air Terjun Timbulun Koto Birah

Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Koto Baru , Kecamatan Sungai Pagu. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang di ciptakan oleh air terjun ini adalah curahkan air yang terus menerus menimbulkan gemuruh dan semburuh embun yang membuat sejuk. Apalagi ditunjang dengan kondisinya yang masih alami dan masih perlu pengembangan. Lokasi : Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. Sekitar + 2.5 km dari jalan Raya Pekan Selasa Muara Labuh, dan + 30 km dari Padang Aro




.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html

Tari Balota

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in ,


 KBRN, Arosuka, Sumbar : Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatra Barat mendorong masyarakat di daerah itu agar melestarikan kesenian tradisional berupa Tari Balota.
"Tarian ini berasal dari Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, yang mulai langka sehingga perlu upaya semua pihak untuk melestarikannya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) setempat Jasman Rizal di Arosuka, Sabtu (8/9).
Menurut dia, tidak hanya itu, dari hasil pengamatan ternyata kesenian Balota tersebut satu-satunya di dunia, karena hanya dimiliki Kabupaten Solok.
"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Kabupaten Solok karena telah memiliki kesenian yang tidak dimiliki daerah bahkan negara lain," ujarnya.
Ia menjelaskan, teknik dalam tarian tersebut memakai cambuk yang terbuat dari pelepah batang pisang, kemudian dipukulkan sehingga menimbulkan seperti suara ledakan.
"Makna yang terkandung dalam tarian itu adalah salah satu bentuk hukuman bagi masyarakat yang melanggar aturan adat," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, pada hakikatnya tarian tersebut memiliki pesan moral yang baik untuk masyarakat, dimana dalam kesenian tersebut digambarkan tentang hukuman kepada seseorang yang telah melanggar hukum adat.
"Di mana di Sumatra Barat ada aturan adat yang harus dipatuhi masyarakat, bagi yang melanggarnya akan ada hukuman secara adat," katanya.
Ditambahkan Jasman, jika kesenian ini bisa dilestarikan diyakini akan bisa menjadi menjadi salah satu ikon pariwisata Kabupaten Solok.
"Jika semua pemangku kepentingan berniat untuk menyemarakkan tari Balota tersebut, saya yakin bisa menjadi ikon budaya sehingga menggenjot kunjungan wisatawan," katanya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Patris Chan juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, potensi budaya seperti tari Balota tersebut penting untuk dipertahankan.
"Di samping memiliki nilai budaya, kesenian ini juga akan bisa menjadi ikon budaya daerah, untuk itu kita berharap semua pemangku kepentingan mendorong generasi muda untuk melestarikannya," katanya. (Heri.F/Ant)
(Editor : Heri Firmansyah)Sumber : http://rri.co.id

Anak Daro dan Ibu-Bapanya dari Solok

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in


b71aa258c320d7fa9f8b9cc33c0c1c38_minang-saisuak-anak-daro-dan-ibu-bapanya-dari-solok


Duduk bersanding di pelaminan tentu jadi idaman banyak gadis. Itulah hari-hari yang dinanti-nanti dalam hidup seorang wanita. Kemeriahan pesta perkawinan di Minangkabau dengan elok digambarkan oleh sebuah lagu Minang standar yang berjudul ‘Malam Bainai’. Malam-malam baeko yo Mamak / Malam-malam bainai, yo Sayang / Anak daro, yo Mamak / Jo marapulai’, demikian penggalan lirik lagu tersebut yang dipopulerkan oleh ‘Cik Uniang’ Elly Kasim.
Pesta perkawinan adalah momen yang paling primordial dalam kehidupan bangsa Indonesia. Artinya, hampir setiap orang, dari taraf sosial ekonomi apa saja, kalau sudah urusan menikah dan menyelenggarakan pesta perkawinan, langsung tampak latar belakang etnisnya, karena mereka cenderung merayakannya dengan cara adat etnis masing-masing, baik yang tinggal di kota (wilayah urban) apalagi yang tinggal di pedesaan (wilayah rural).
Rubrik ‘Minang Saisuak’ kali ini menurunkan sebuah foto (9×12 cm.) yang menggambarkan seorang pengantin wanita (anak daro) yang sedang diapit oleh bapak dan mandeh-nya. Mungkin ini momen saat si anak daro akan berangkat manjalang ke rumah marapulai (pengantin pria) yang tentu saja akan diiringi oleh ipa-bisa, andan-pasumandan dan urang nagari. Dari model sunting di kepalanya dapat diduga pengantin wanita ini berasal dari darek. Lihat juga galang gadang dan segala perhiasan emas dan perak yang menggantung di dada pengantin ini. Ibunya memakai pakaian standar wanita Minang zaman saisuak. Dan penampilan ayahnya, yang memegang tongkat datuak dan keris tersisip di pinggang, menunjukan bahwa dia juga cukup disegani dalam nagari. Di latar belakang kelihatan bagian dinding rumah gadang mereka yang berukir bamego-mego. Tidak tiketahui kapan persisnya foto ini dibuat dan oleh siapa. Tapi sangat mungkin foto ini berasal dari paroh pertama abad ke-20.
Perhelatan tradisional di Minangkabau masih tetap dilestarikan, dengan segala variasi antar satu dan lain nagari, walau beberapa bagian dari prosesi perkawinan itu juga telah berubah karena zaman yang beredar dan musim yang terus berganti.
Suryadi – Leiden, Belanda. (Sumber foto: Tropenmuseum, Amsterdam). | Singgalang, 29 Juli 2012
Sumber : http://niadilova.blogdetik.com/

Mesjid Tuo Kayu Jao

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in

masjid
Mesjid Tuo Kayu Jao Kabupaten Solok Saksi Islam Sejak Abad XVI

Banyak perkiraan hingga spekulasi tentang kapan mulai masuk dan berkembangnya Islam di Kota dan Kabupaten Solok. Banyak peninggalan religi yang masih terawat di kedua daerah tersebut. Salah satunya adalah Masjid Tuo Kayu Jao sebagai bukti bahwa religiusitas masyarakat Solok sudah ada sejak lama.

Laporan Rijal Islamy, Solok

Islam di Kabupaten Solok ternyata telah berkembang sejak abad ke-16. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya Masjid Tuo yang berada di Jorong Kayu Jao Nagari Batang Barus Kecamatan Gunung Talang. Masjid beratap ijuk yang didirikan oleh beberapa ulama daerah tersebut tetap dijaga keasliannya hingga kini. Di sebelah masjid terdapat sebuah tabuh (bedug) yang diyakini seumur dengan masjid tersebut.

Di samping keasliannya yang tetap terjaga hingga kini, arsitekturnya sangat identik dengan Masjid Demak di Banten yang atapnya juga bersusun tiga. Namun dari beberapa segi, Masjid Tuo Kayu Jao memiliki beberapa keunggulan. Terutama dari segi filosofis dan isyarat-isyarat pada bangunan tersebut.

Atapnya yang terbuat dari ijuk melambangkan desain rumah adat Minangkabau yaitu Rumah Gadang. Di bagian mihrab (mimbar dan tempat imam, red) juga diberi gonjong seperti Rumah Gadang. Jumlah tiangnya sebanyak 27 buah yang melambangkan enam suku yang masing-masing terdiri dari ampek jinih (empat unsur pemerintahan adat, red) sehingga jumlahnya 24 bagian. Ditambah tiga unsur dari agama yaitu khatib, imam dan bilal, sehingga jumlahnya menjadi 27. Aroma kuatnya agama Islam di daerah tersebut juga tergambar dari jumlah jendelanya yang 13 buah. Ini untuk mengisyaratkan rukun Shalat yang 13 macam.

Menurut seorang tokoh masyarakat setempat Alius Sutan Pamuncak, di awal pembangunan masjid tersebut hingga beberapa tahun lalu, pola bangunan yang tidak memakai paku masih dipertahankan.

"Beberapa tahun lalu kita masih bisa melihat bangunan tersebut tetap kokoh meski tidak satu bagian pun yang dipaku. Tapi hanya menggunakan pasak di setiap sambungannya," ungkapnya.

Alius juga mengungkapkan sebagai sebuah kebanggaan dan situs cagar budaya, mesjid tersebut dijadikan sebuah bukti bahwa di Nagari Batang Barus dan Kabupaten Solok secara umum, Islam telah berkembang sejak 400 tahun lalu. Hal ini menurutnya menjadi cerminan masyarakat yang memegang teguh agama Islam dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini merupakan satu penanda bahwa penduduk daerah ini telah menerapkan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Hal ini juga didukung dengan banyaknya isyarat-isyarat pada bangunan masjid yang menggambarkan paduan serasi antara adat dan agama. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi negeri kami," ujarnya.

Lebih lanjut Alius mengungkapkan bahwa dalam perkembangannya sebagai tempat pariwisata yang ramai dikunjungi, wisata religi yang ditawarkan masjid tersebut sangat memukau pengunjung. Tidak hanya dari arsitektur uniknya, tapi juga dari kondisi alam yang memiliki topografi menawan.

"Masjid ini berada di lokasi yang berhawa sejuk dan dikelilingi oleh perkebunan teh. Di samping itu, kontur wilayahnya sangat memukau. Terdiri dari lurah dan bukit yang saling bertaut dan berkombinasi sempurna," lanjutnya. (rzy)

[ Red/ ]
Sumber : http://padang-today.com

Sejarah nagari Cupak

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in

Suku yang pertama menempati Cupak adalah suku melayu dan suku sikumbang
yang datang dari Luhak Tanah Datar. Awalnya mereka bermukim di Sawah
XIV, di selatan nagari Koto Baru sekarang. Dari Sawah XIV mereka terus
menyebar ke Sawah Laweh dan Air Angek Gadang. Terus berlanjut hingga
Tanjung Limau Purut. Disinilah akhirnya mereka mendirikan kerajaan
Tanjung Limau Purut.
Raja mereka bergelar Tuanku Rajo Disambah, kalau tidak salah gelar ini
sama dengan gelar raja di Sungai Pagu.


Kerajaan ini sezaman dengan kerajaan Pariangan, di Padang Panjang. Yang
diangkat sebagai raja adalah dari suku Melayu. Mungkin karena mereka
mayoritas diantara suku-suku yang ada.
Seorang raja didampingi oleh pembesar yang jumlahnya empat orang yang
disebut sebagai Gadang nan Barampek (pembesar yang berempat) yaitu :


1. Rajo Tuo (melayu)
2. Rajo Bandaro
3. Rajo bagindo (melayu)
4. Rajo Padang (sikumbang).

Di kemudian hari melayu ini diidentifikasi sebagai melayu mudik dan
sikumbang dengan sikumbang gadang.

Kemudian menyusul datang suku-suku Jambak, dan melayu tangah. Juga
Piliang, melayu sigalabuak, parak laweh dan caniago.

Pada masa terjadinya perpindahan pusat kekuasaan di Luhak Tanah Datar
dari Pariangan ke Bungo Satangkai, maka di Tanjung Limau Purut juga
terjadi pertukaran kekuasaan dari Tuanku Rajo Disambah ke Datuk Yang
Dipatuan disebabkan oleh tidak adanya calon raja dari fihak keluarga
Tuanku Rajo disambah.

Maka terjadi perubahan pula pada struktur pemerintaha yaitu dari empat
pembesar menjadi dua bendahara plus tiga pembesar yang dikenal dengan
Bandaro nan duo gadang nan batigo.

Mereka terdiri dari :
1. Dt. Bandaro Sati (Caniago)
2. Dt. Bandaro Kutianyia (Jambak korong Kutianyia)
3. Dt. Mudo (Piliang)
4. Dt. Basa (Sikumbang)
5. Dt. Kayo (Jambak, bukan penghulu)

Tampak disini bahwa kerajaan tidak lagi hanya didominasi oleh suku
Melayu melainkan sudah diiisi oleh semua unsur suku yang ada. Namun raja
tetap dipegang oleh suku melayu.

Ketika kerajaan Pagaruyung berdiri di Bukit Batu patah menggantikan
Bungo Satangkai, maka juga mempengaruhi keadaan politik di Tanjung Limau
Purut.

Tanjung Limau Purut kembali diambil alih oleh dinasti Tuanku Rajo
Disambah. Pusat pemerintahan juga dipindahkan ke Tumpuk Mudik. Disinilah
sejarah nagari Cupak dimulai.

Tanjuang Limau Purut melakukan pemekaran wilayah. Tanjung Limau Purut
sendiri selanjutnya disebut sebagai Cupak saja, sesuai fungsinya sebagai
Cupak Nan Usali atau Cupak Pusako.

Sementara Air Nanam sebagai Gantang yang kemudian mendirikan Nagari
Salayo bersama penduduk Padang Kunik. Penduduk Air Nanam bersama
penduduk padang Sabaleh mendirikan Nagari Gantang Suri yang kemudian
terkenal dengan nama Gantuang Ciri.

Didalam lembaga adat Tanjung Limau Purut (Cupak) berfungsi sebagai Cupak
Galeh (takaran perdagangan), sementara Air Nanam berfungsi sebagai Cupak
gantang (ekonomi).

Pada waktu Pagaruyung diperintah oleh DYD (Yang Dipertuan) Tuanku
Maharajo Sati, Cupak Pusako berganti nama menjadi Cupak Usali. Dan sudah
terdapat 13 suku di nagari Cupak.

Pada masa Raja Tuanku Maharajo Satu yang kedua yaitu Dewang Sari Deowano
mengirim Puti Pinang Masak untuk meneruskan keturunan keluarga Tuanku
Rajo Disambah.

Puti Pinang Masak adalah putri dari Puti Tabur Urai yang kedua yang
sudah dikirim Pagaruyung sebelum ke wilayah Kinari. Suami Puti Tabur
Urai adalah Sang Hyang Indo Rajodeo, yang tak lain adalah adik dari Yang
Dipertuan Besar Tanah Sang Hyang (Sangiang/Sangir), Sang Hyang Rani
Indopuro, permaisuri Raja Pagaruyung Yang Dipertuan Rajo Bagindo (Dewang
Ramowano), pendahulu Tuanku Marajo Sati yang kedua.

Pemerintahan Tuanku Rajo Usali:
Sebenarnya gelar Tuanku Rajo Usali ini adalah gelar bagi Raja Cupak yang
dianugerahkan oleh Raja Pagaruyung tapi Raja yang memerintah Cupak waktu
belum mau memakai gelar tsb melainkan masih memakai gelar Tuanku Rajo
Disambah. Kemudian salah seorang anak dari Puti Pinang Masak yang
menikah dengan putri Raja Cupak baru memakai gelar Tuanku Rajo Usali
yang pertama kali walaupun Tuanku Rajo Disambah waktu itu masih hidup.
Istri raja Tuanku Rajo usali waktu itu adalah suku Sikumbang. Dan tempat
kediamannya dinamai sesuai daerah asal di pagaruyung yaitu Gudam.
Kemudian hari diketahui ada tujuh orang raja penyandang gelar Tuanku Rajo Usali.

b. Raja-raja dari pagaruyung

Bab III. Masyarakat Nagari Cupak setelah kemerdekaan
a. Keadaan alam dan geografis
b. Keadaan masyarakat cupak (1945 - 1949)
c. Agama dan adat istiadat

Bab IV. Nagri cupak dalam revolusi
a. nagari cupak dimasuki Belanda
b. peranan tokoh dan pendukung perjuangan
c. aksi rakyat menyerang pasukan Belanda
d. peristiwa 4 Januari 1949 dan cupak lautan api

Bab V. Nagari Cupak setelah revolusi
a. Peranan Buya Hamka di nagari Cupak
b. Masjid Raya monumen perjuangan nagari cupak


sumber:
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

More on this category » More on this category » More on this category »

Musik

Tari

Ukiran

More on this category » More on this category » More on this category »

Top Post

Coment

Adat

More on this category »

Budaya

More on this category »

Sejarah

More on this category »

Tradisi

More on this category »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..


Kami Menerima Donasi Dan Bantuan Anda Untuk Pengembangan Blog Ini Kedepan Nya