Headlines

Janjang Koto Gadang atau Janjang Seribu

Posted by AchiyaK Deni | Sabtu, 06 Desember 2014 | Posted in

Masyarakat Minang sekarang bisa berbangga hati karena Bukittinggi dan Agam, Sumatera Barat punya kawasan wisata baru. Bentuknya mirip-mirip dengan tembok China. Tapi yang di Koto Gadang mungkin lebih cantik, pemandangan ngarai Sianok terbentang. Pembangunan Janjang Koto Gadang atau Janjang Seribu yang merupakan ide dan sesepuh minang bapak Azwar Anas. Ide dan gagasan ini terujud dan dilaksanakan oleh Tifatul Sembiring Menteri Kominfo RI bersama kekuatan perantau.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melalui jalan menurun. Kemudian bertemu dengan panorama Ngarai Sianok, persawahan dengan tebing-tebing nan indah ada jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi
Kita akan membuat sejarah dan efek luar biasa dari pembangunan Janjang Koto Gadang. Salah satu efeknya adalah peningkatan ekonomi

masyarakat dan pengembangan wisata. Orang kalau ke Bukittingi pasti kenal dengan Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang dan lain-lain. tapi orang belum tahu dengan Janjang Koto Gadang yang banyak kenangan sejarahnya. Hal ini di sampaikan Tifatul Sembiring ketika meresmikan dan penandatanganan prasasti Janjang Koto Gadang, Kabupaten Agam di Mesjid Koto Gadang, Sabtu (26/01).
Ikut hadir dalam kesempatan itu sesepuh minang AzwarAnas, Mutia Hatta, Ketua DPD RI Irman Gusman berserta anggota DPD asal pemilihan Sumatera Barat, Anggota DPR RI Refrizal, beberapa Bupati/Wako Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Dirjen Pariwisatá dan Ekonomi Kreatif Edi Waluyo, Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy serta perantau Koto Gadang.
Lebih lanjut, Tifatul mengatakan pembangunan Janjang Koto Gadang ini akan terus kita lakukan ke Singgalang, Koto Tuo dan Balingka sehingga mempunyai Sejarah tersendiri. 


 

Sumber   http://ikbpadang.blogspot.com

Haji Mansur Daud Datuk Palimo Kayo

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in ,

Haji Mansur Daud Datuk Palimo Kayo, lahir pada tanggal 10 Maret 1905 di Pahambatan, Balingka, Kecamatan IV Koto (Kabupaten Agam) lahirlah seorang putra yang kemudian diberi nama Mansur, putra dari  Syekh Daud Rasyidi dan Siti Rajab. Sebagai kepala keluarga, Syekh Daud Rasyidi sudah mengarahkan anaknya supaya taat beragama.

Usia tujuh tahun memasuki sekolah Desa di Balingka pada tahun 1912. Pendidikan ini hanya diikuti selama satu tahun. Selanjutnya, beliau pindah ke Lubuk Sikaping dan melanjutkan ke Gouvernment School sampai tahun 1915.

Mansur Daud kemudian mempelajari agama Islam secara khusus di perguruan Sumatera Thawalib pada tahun 1917. Beliau langsung mendapat pendidikan dari ulama besar Haji Abdul Karim Amrullah (HAMKA), sementara tetap mempelajari mata pelajaran agama pada Perguruan Islam Madrasah Diniyah di bawah asuhan Zainuddin Labay El Yunusi. Hampir seluruh waktunya diisi dengan mempelajari pendidikan agama Islam.

Tahun 1924, Mansur Daud mendalami agama di perguruan Islam yang diasuh oleh Ibrahim Musa Parabek. Suasana politik yang tak menentu, yakni menyebarnya pengaruh komunis ke dalam perguruan Sumatera Thawalib, membuat Mansur Daud memutuskan untuk menghindari.




Tahun 1925, Mansur Daud berangkat ke mancanegara, menuju India. Langkah ini ditempuhnya guna menghindari pengaruh komunis kala itu. Di Negeri itu Mansur Daud kembali pada dunia yang dihadapinya selama ini. Beliau belajar agama di Perguruan Islam Tinggi (Jamiah Islamiyah), Locknow, India. Abdul Kalam Azad sebagai Pemimpin  perguruan tersebut langsung jadi pengasuh sekaligus pengajarnya.
Selama lebih kurang 5 (lima) tahun, H. Mansur Daud mengembara, menuntut ilmu di India. Pengembaraannya buat sementara ke mancanegara usai. Beliau pulang dan sempat singgah di Malaysia. Beliau langsung ke pulau Jawa.

Pada tahun 1930 Mansur Daud kembali ke Indonesia dari India. Aktivitas organisasi dimulainya kembali dan diwujudkan dalam suatu kongres di Sumatera Thawalib, Bukittinggi. Ketika berlangsung Kongres I Sumatra Thawalib (22-27 Mei 1930) yang mengubah nama organisasi tersebut menjadi Persatuan Muslimin Indonesia (PMI), Mansur Daud ditunjuk sebagai salah seorang anggota Pengurus Besar PMI. Pada Kongres I PMI di Payakumbuh (5-9 Agustus 1930), ia terpilih sebagai sekretaris jenderal PMI. Pada Kongres II PMI di Padang (9-10 Maret 1931), yang memutuskan mengubah organisasi sosial ini men­jadi partai politik yang dikenal dengan nama Per­satuan Muslimin Indonesia (Permi), ia pun ditun­juk sebagai sekretaris jenderal partai ini. Permi, yang berada di bawah pimpinan tokoh-tokoh Su­matra Thawalib dan para bekas mahasiswa dari Cairo (seperti Mochtar Luthfi dan Iljas Jacoub) ini, memperkenalkan ideologi “Islam dan kebangsaan”.
H. Mansur Daud ikut  berperan dalam membentuk partai politik Indonesia yaitu Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Pada tanggal 2 Desember 1932 Mansur Daud ditunjuk Permi sebagai ketua pelaksana Algemene Actie Protes Vergadering Permi, semacam tim perumus yang akan menyusun rancangan protes ter-hadap kebijaksanaan Belanda yang melakukan ordonansi sekolah partikelir, yang lebih dikenal dengan nama ordonansi “sekolah liar”.

Pada tanggal 10 Desember 1934, Mansur Daud ditangkap ketika mengkampanyekan rencana pro­tes yang telah disusun di Curup, Bengkulu, menyusul penangkapan pemimpin utama Permi, yakni H Jalaluddin Taib, H Iljas Jacoub, dan H Mochtar Luthfi. Ketiga tokoh ini kemudian dibuang ke Boven Digul. Datuk Palimo Kayo dipenjarakan di Bukittinggi. Tidak berapa lama kemu­dian ia dipindahkan ke penjara Suka Mulia di Medan. Ia baru dibebaskan dari penjara pada tahun 1935. Kemudian ia kembali ke Bukittinggi. Da­ri situ ia kemudian pergi ke Bengkulu, melakukan kegiatan dakwah pencarian dana pendidikan agama Islam untuk Sumatra bagian Selatan.

Periode penjajahan Jepang memperlihatkan kemajuan aktivitas H. Mansur Daud.  Pada tahun 1942 ia kembali aktif dalam kegiatan organisasi. Salah satu upayanya adalah membentuk badan koordinasi alim ulama Minangkabau.

Karir politik HMD Datuk Palimo Kayo di tataran negara mulai tampak. Pada tanggal 20 September 1956 ia ditunjuk oleh pemerintah menjadi duta besar RI untuk Kerajaan Irak sampai tahun 1960. Selesai tugasnya menjadi dubes RI di Irak, ia kembali aktif di Masyumi dengan menduduki ja­batan ketua umum Masyumi wilayah Jakarta Raya sampai partai politik Islam Masyumi dibubarkan oleh Presiden Soekarno.

Antara tahun 1961-1967 HMD Datuk Palimo Kayo aktif berdakwah dan menekankan peningkatan kemakmuran umat. Upaya yang dilakukan melalui wadah sosial serupa itu kemudian semakin melengkapi pengabdian HMD Datuk Palimo Kayo dalam memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Dalam musyawarah alim ulama se-Sumatra Barat tanggal 16-27 Mei 1968 di Bukittinggi, Datuk Palimo Kayo terpilih sebagai ketua umum Majelis Ulama Sumatra Barat. Ketika itu belum ada MUI atau Majlis Ulama Indonesia.

Riwayat hidup HMD Datuk Palimo Kayo yang begitu sarat dengan segala bentuk aktivitas memang layak mendapat perhatian secara ilmiah. Kelangkaan akan keberadaan ulama sekaliber HMD Datuk Palimo Kayo kiranya jadi titik tolak untuk mengenang tokoh ulama ini.

Sejumlah kalangan yang dekat, baik dari keluarga maupun sesama ulama sangat menghargai keberadaannya.
Kalangan akademik kemudian menjadikan sosoknya sebagai sumber tulisan ilmiah sekaligus mencermati kiprahnya sepanjang hayatnya.

Hingga akhir hayatnya, Buya HMD Datuk Palimo Kayo senantiasa teguh dalam sikap telitinya, meskipun terhadap hal sekecil sekalipun.

Dengan berbagai kegiatannya itu, khususnya sumbangannya kepada bangsa dan negara sebelum dan sesudah merdeka, pemerintah Indonesia memberikan penghargaan kepada Mansur Daud Datuk Palimo Kayo sebagai salah seorang Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan Menteri Sosial No. Pol. 16/II/PK tang-gal 20 Mei 1960, yang kemudian dikuatkan lagi dengan Surat Keputusan Menteri Sosial No. Pol. 103/63/PK tanggal 13 Juni 1963.

Setelah mengalami sakit beberapa hari, ia meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Dr. M. Jamil, Padang, dan dimakamkan di Pemakaman Tunggul Hitam Padang. Tokoh ulama besar ini telah meninggalkan kita buat selama-lamanya pada tahun 1988.


Sumber  :   http://ikbpadang.blogspot.com

Syekh Haji Daud Rasyidi

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in ,

Syekh Haji Daud Rasyidi dilahirkan di Balingka Kabupaten Agam Sumatera Barat tahun 1880 M. beliau merupakan seorang Ulama pembaharu Minangkabau, beliau juga dikenal sebagai seorang ulama yang merintis beberapa institusi pendidikan dan beberapa organisasi soasial-agama-kemasyarakatan diantaranya seperti VSB dan PMDN serta juga dikenal sebagai seorang ulama-pendidik.


Beliau juga seorang pejuang yang melawan penjajahan Belanda. Pada tahun 1946, sewaktu wakil Presiden Republik Indonesia beradada di Bukittinggi dalam rangka membentuk panitia ”Pengumpulan Mas” yang bertujuan untuk membeli sebuah pesawat terbang sebagai sarana perang tentara rakyat. Daud Rasyidi pernah menyusup ditengah-tengah ”hujan peluru” pada front pertempuran di Pasar Usang dan Indarung untuk mengantarkan perbekalan dan pakaian bagi pejuang-pejuang bangsa yang sedang bertempur. 

Sebelumnya, Daud Rasyidi bersama-sama dengan Syekh Ibrahim Musa Parabek telah turun pula berjalan kaki mengelilingi daerah-daerah Minangkabau. Tujuan Daud Rasyidi ”turba” dengan Inyiak Parabek ini dalam rangka mencari dana berupa bantuan dari ummat Islam, yang hasilnya ternyata cukup banyak dan kemudian diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia.


Beliau juga seorang ulama idealis yang tidak bisa ”dibeli” oleh pihak penjajah – baik ketika zaman Belanda maupun Jepang. Daud Rasyidi beruntung hidup di tiga alam yaitu zaman penjajahan Belanda, Jepang dan Pasca Kemerdekaan. Dalam setiap masa tersebut, kontribusi Daud Rasyidi sangat signifikan. Idealisme dan konsistensi sikap Daud Rasyidi terlihat dengan jelas pada tiga zaman tersebut. Beliau selalu memegang prinsip yang diyakininya benar, walaupun ”suasana zaman” berubah. Beliau akan terus tercatat dalam tinta emas sejarah intelektual dan perjuangan masyarakat Sumatera Barat. Hari itu, Senin tanggal 26 Januari 1948, di waktu sholat maghrib di Surau Inyiak Djambek, Daud Rasyidi bertindak sebagai imam sholat. 

Tepat pada tahyat pertama setelah membaca tasahut awwal ketika ketiak akan berdiri, kaki Daud Rasyidi tidak kuat lagi menopang tubuhnya. Beliau-pun rubuh. Salah seorang jamaah yang sengaja menghentikan atau memutuskan sholat-nya, menyambut tubuh Daud Rasyidi. Beberapa saat kemudian, putra Balingka ini menghadap sang khalik. Tanggal 27 Januari 1948, bertepatan dengan 15 Rabiul Awwal 1368 H., jenazah Daud Rasyidi dikebumikan disamping makam sahabatnya, Syekh Muhammad Djamil Djambek di Bukittinggi
 
Sumber  :   http://ikbpadang.blogspot.com/

Muchtar Lutfi

Posted by AchiyaK Deni | | Posted in ,

Muchtar Lutfi (lahir di Balingka, Agam, SumateraBarat tahun 1901 -wafat di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 1950) adalah salah seorang ulama, politikus, dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia merupakan pengurus partai Persatuan Muslim Indonesia dan ketua Partai Masyumi cabang Sulawesi.

Muchtar Lutfi adalah seorang Minangkabau. Ayahnya bernamaH. Abdul Latief Rasyidi, seorang ulama yang pernah memimpin surau Jembatan Besi Padang Panjang. Pada tahun 1908, Muchtar dimasukkan ke sekolah nagari tiga tahun di Balingka, sebelum diserahkan kepada Syekh Abdul Karim Amrullah untuk memperdalam ilmu agama. Pada tahun 1911, Abdul Karim Amrullah pindah ke Padang Panjang untuk mengajar di surau Jembatan Besi, dan iapun dibawanya serta. Di surau Jembatan Besi, iamengembangkan bakatnya dalam berpidato dan berdebat dalam masalah agama. Kemampuannya itu telah menimbulkan kepercayaan Zainuddin Labay el Yunusi, pendiri dan pemimpin Diniyah School Padang Panjang, untuk mengangkatnya sebagai pemimpin Diniyah School cabang Sibolga.[1] Sekembalinyadari Sibolga,Muchtar dianggkat menjadi guru di Sekolah Rajadan OSVIA.

Ketika menjadi guru, ia mengarang buku yang menentang pemerintahan kolonial Hindia-Belanda. Oleh karenanyaia dicari pemerintah kolonial karenatelah mengganggu ketertiban umum. Berkat bantuan gurunya, Abdul Karim Amrullah, Muchtar Lutfi berhasil melarikan diri ke Malaysia, dan dilanjutkan ke Mekkah dan Kairo. Di Kairo pada tahun 1922, ia bersama mahasiswa asal Kepulauan Nusantara lainnya membentuk Al-Jamiah al-Khairiyah al-Jawah.[2] Organisasi ini bertujuan untuk menyamakan visi mahasiswa tentang realitas yang terjadi di Nusantara. Pada tahun 1926,bersamaIlyas Ya'kub iamembentuk Perhimpunan Penjaga. Mereka juga menerbitkan majalah Seruan Al-Azhar dan Pilihan Timur, yang keduanya berorientasi politik.

Tahun 1931, Muchtar kembali ke Sumatera Barat dan bergabung dengan Persatuan Muslimin Indonesia (Permi). Di partai tersebut, ia diangkat sebagai Ketua Dewan PropagandaPermi. Ia juga menaruh minat terhadap pendidikan, dan mendirikan sekolah wanita Normal School. Akibat aktifitas politiknya yang radikal, padatahun 1932 pemerintah Belanda menangkapnya dan dua tahun kemudian iadibuang ke Boven Digoel bersama Jalaluddin Thaib dan Ilyas Ya'kub. [3] Ia baru dibebaskan setelah Jepang berhasil menduduki Indonesia pada tahun 1942. Oleh Belanda iadibebaskan ke Makassar dan diangkat sebagai anggota Konstituante NegaraIndonesia Timur. Setelah itu ia berbalik arah dan mendukung Republik Indonesia. Tidak lama kemudian Muchtar diangkat sebagai ketuaPartai Masyumi cabang Sulawesi.

Pada tahun 1950, pasukan APRIS pimpinan Andi Azis melakukan pemberontakan di Makassar. Mereka bersama pasukan KNIL mengadakan raziake rumah tokoh-tokoh yang anti-federal. Salah satunya ke rumah Muchtar Lutfi, dimana ialangsung ditembak hingga tewas. Atas jasa-jasanya, masyarakat Makassar mengabadikan namaMuchtar Lutfi pada salah satu jalan di kotaMakassar, sekitar Pantai Losari (Sumber : Wikipedia)


Sumber : (Sumber : Wikipedia)

Pariwisata di Solok Selatan

Posted by AchiyaK Deni | Selasa, 18 September 2012 | Posted in








1 LOVE SOLOK SELATAN
Solok Selatan wilayah kabupaten merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) bisa menjadi wisata alam 

Fauna2 seperti harimau sumatera, siamang,
* Banyak jenis burung dan hewan lainnya.
* Flora, seperti:. bunga Raflesia, Angrek
* Wisata alam seperti air terjun,
* Sei. . Talang, Bukit dan Danau Buntak
* Wisata budaya: Tempat bersejarah,
* Tradisional Desa Minangkabau dan lain-lain 

Kerinci Gunung 



Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai + 3.805 m dari atas permukaan laut ini menjulang sendiri diantara perbukitan disekitarnya. Gunung yang begitu mempesona banyak memberi inspirasi bagi kita untuk melakukan pertualangan untuk mengetahui lebih jauh kekayaan aneka flora dan faunanya. Gunung Kerinci ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia. Lokasi : Terletak diperbatasan Kab. Solok Selatan dan Kab. Kerinci.


Air Terjun TIMBULUN (Timbulun Air Terjun) Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 m, yang merupakan aliran sungai Batang Liki. Air terjun Lokasi sangat strategis, karena terletak di sisi kanan jalan Labuh-Muara Raya Padang Aro.Lokasi: Terletak di Nagari Lubuk Gadang + 2 km dari Ibu Kota Kabupaten (Padang Aro) dan + 161 km dari ibu kota Provinsi (Padang).  


                                                              Aia Tajun Timbulun


Air Terjun TIMBULUN Koto BIRAH (timbulun air terjun koto birah) Air terjun dengan ketinggian 20 m terletak di Koto Baru, Sungai Pagu Kabupaten. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang diciptakan oleh air terjun merupakan pangsa air terus menimbulkan gemuruh dan pendinginan semburuh embun. Selain itu, dengan kondisi masih alami dan pembangunan diperlukan.Lokasi: Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Sungai Pagu Kabupaten. Tentang + 2,5 km dari jalan Pekan Selasa Muara Labuh, dan + 30 km dari Padang Aro. 

Air Terjun talang SEPINTIR (Talang Sepintir Waterfall) Air terjun dengan ketinggian 20 m, ada perkebunan kelapa sawit di daerah berbatasan dengan perkebunan karet yang dimiliki oleh rakyat. Sekitar 100 m dari air terjun ini ada tanah kosong dengan karpet area sekitar 2 hektar +. Daerah ini menyediakan tempat untuk berkemah. Dari lokasi ini kita dapat melihat bentuk deretan daerah memgelilingi bukit perkebunan tanaman kelapa sawit yang membuat alam yang indah di sana. Lokasi: Terletak di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan, + 27 km dari Ibukota Kabupaten (Padang Aro) dan + 190 km dari ibukota Provinsi (Padang). Dapat ditemukan dengan kendaraan roda 2 (dua) roda atau 4 (empat). 

Rafting BATANG Liki Kegiatan di tempat wisata mulai dari kondisi aliran Batang Liki dengan cukup cepat dan ada batuan dinding kiri dan kanan di sungai, kemudian melompat ke tempat-tempat wisata Sangir.Arus hujan aliran Batang Batang Sangir dikenal sebagai cukup menantang untuk Olahraga atraksi utama wisata. Hal ini karena tingkat kesulitan cukup tinggi bahwa lima gradien. Wisata perjalanan wisata utama berakhir di Sungai Batang Hari. Lokasi: Ada di Nagari Lubuk Gadang, yang terletak di Batang Liki Jorong Liki (+ 3 km dari Padang Aro, + 160 km dari Padang), yang terletak di Batang Sangir Jorong Sampu (+ 2 km dari Padang Aro, + 165 km dari Padang). Sungai ini mengalir ke Sungai Hari di batang Ulung Nagari reservoir penutup (79 + km dari Aro, + 242 km dari Padang). 

AIR Terjun Tangsi 4 Kerinci (Tangsi 4 Waterfall) Dua (2) tingkat air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 20 m ini adalah Allah yang tak ternilai. Sebelum kita pergi ke lokasi air terjun pertama kita akan melihat kebun teh paving turn.to pergi ke lokasi kita tidak akan terlalu sulit karena jalan untuk terjun telah terbuka. Lokasi: Terletak di Sungai Lambai, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, tepatnya di kawasan kebun teh Mitra Kerinci, sekitar 8 km dari ibukota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro. 

Air Terjun Ulu SULITI (SULITI Waterfall) 
Air Terjun Ulu Suliti memiliki tinggi 40 meter dan terletak di daerah perbatasan Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Ini adalah air terjun tertinggi di Kabupaten Solok Selatan. Untuk mencapai lokasi air terjun ini Anda harus berjalan-jalan sekitar 5 km dari daerah perbatasan Solok Selatan dan Kabupaten Solok. Lokasi: Air terjun Ulu Suliti terletak di kawasan Ulu Suliti pakan rabaa Desa Koto Parik Gadang Diateh Kecamatan, sekitar 55 km dari Padang Aro.


AIR MALANCA Air ini hilir di atas karang cekung, sehingga kita dapat berselancar di arus. Untuk mencapai ke lokasi ini kita dapat menggunakan kendaraan roda Empat dan Dua roda. Lokasi: Terletak di Sungai Lambai Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sagir. Sekitar 8 km dari ibukota Kabupaten Padang Aro. 

Air Terjun BATANG Daun (Batang Daun Waterfall) ini air terjun dengan ketinggian sekitar 15 Km. Lokasi: Terletak di Nagari Taratak Baru debit sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Jujuan. 

Air Terjun Lambe (Lambe Air musim gugur) air terjun ini terletak di belakang Bukit Lokasi: Terletak di Jorong Pinti Kayu Nagari Pekan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang di Ateh, jauh lebih dari 55 km dari kecamatan modal. Teh Mitra Kerinci Perkebunan itu jalan dimulai pada 1985, dengan 1500 + ha perkebunan, di bawah Gunung Kerinci. Status kepemilikan tanah dimiliki oleh Negara di bawah wewenang Depertemen Keuangan yang dikontrak oleh PT. Mitra Kerinci untuk jangka waktu 30 tahun.Jika kita memasuki daerah ini, Anda akan melihat hamparan tanaman teh berpengetahuan.Diantara beberapa peta / bedengan tanaman teh merupakan tanaman Andong betwwen oleh merah yang berfungsi sebagai kutipan batas batas jarak dan menambah keindahan Teh teh Taman, yang selalu selipkan Mounth Kerinci. di daerah ini juga terdapat air terjun Tansi Ampek dari dua tingkat, tingkat pertama dengan ketinggian 15 meter dan 10 meter tingkat kedua yaitu 5 meter dari air terjun pertama. Lokasi: Terletak di Jorong Sungai lambai Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir , + 5 km dari ibukota kabupaten (Padang Aro) dan + 158 km dari ibukota Provinsi (Padang).

Air Terjun Pelangai Gadang

Selama ini penikmat wisata atau petualang hanya mengenal kabupaten Solok Selatan dengan agrowisata kebun teh milik PT Mitra Kerinci. Kebun teh seluas 1.500 hektare, menyajikan pemandangan hijau, akibat hamparan tanaman teh yang luas. Selain tanaman teh, diantara bedengan tanaman teh diselingi tanaman Andong dengan warna merah tua sebagai batas jarak petik teh, menambah keindahan kebun teh yang menyelimuti kaki Gunung Kerinci.

Dalam kawasan ini, terdapat air terjun Tangsi Ampek yang terdiri dari dua tingkat. Tingkat pertama memiliki ketinggian 15 meter dan tingkat kedua dengan tinggi 10 meter yang berjarak 5 meter dari air terjun tingkat pertama. Untuk menjangkau tempat ini, bisa dijangkau dengan kendaraan roda empat atau roda dua. Lokasi terletak di Jorong Sungai Lambai, Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir. Dari ibukota kabupaten, Padang Aro jaraknya tak lebih dari 5 km. Dari Padang, jaraknya lebih kurang 158 kilometer.

Masjid 60-Aso

Masjid ini terletak di Nagari
Talang, Pasir Pagu, Sungai
Kabupaten sekitar 40 km dari
ibu kota Solok Selatan,
Padang Aro
60-Aso masjid merupakan masjid tertua di Sungai Pagu Subdiatrict.
Kata 60 Aso berasal bahasa Dari Tiang Mesjid Yang berjumlah 60 buah. Nama 60 - Aso berasal dari tiang masjid yang terdiri dari 60 tiang. Setelah pembangunan masjid selesai, tiang masjid ini hanya 59 tiang.Akhirnya kutub ditambah satu kutub, dalam rangka itu selesai menjadi 60 tiang, tapi setelah dihitung kembali, tiang tersebut kembali hanya berjumlah 59. Jadi masjid ini dinamai 60 - Aso.

Kuno fosil
Fosil binatang purba adalah satu-satunya yang ditemukan di Solok Selatan Kabupaten. Fosil ini ditemukan pada tahun 2001 di desa BALUN pada daerah sawah dari seorang pria bernama Jamaris. Awalnya, tulang-tulang yang ditemukan hanya satu nugget dan Jamaris pikir jika hal hanya kayu, sehingga ia berpikir untuk menggunakannya untuk menopang pintu.Setelah diperhatikan lebih seksama, tampak bahwa ada singularitas yang adalah jumlah rongga pada benda yang menyerupai tulang makhluk hidup.Akhirnya, penggalian lebih lanjut dilakukan agar karya lain akhirnya ditemukan. Untuk mencapai lokasi ini, Anda dapat menggunakan dua roda atau empat roda, sekitar 45 km dari ibukota Kabupaten Solok Selatan, Padang Aro.
Lokasi di mana fosil anciernt ditemukan terletak di Desa Balun, pakan Rabaa, Koto Gadang Parik di Ateh. Kecamatan.

Taman Nasional Kerinci Seblat


Adalah Taman Nasional yang terletak pada 4 Provinsi yaitu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu. Di dalamnya kita bisa menyaksikan keaneka ragaman Flora dan Fauna yang dilindungi oleh Dunia. Binatang-binatang liar seperti Harimau, Beruang, ular dan lainnaya hidup bebas disini. Selain itu anda akan menjumpai Tumbuhan Langka seperti Bunga Raflesia Arnoldi dan sejenis bunga Anggrek liar.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html)

Kawasan TNKS merupakan hutan belantara tropis yang asli, mempunyai luas areal 1.368.000 ha. Terbentang di empat wilayah provinsi yaitu Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Jambi. Empat puluh lima persen (45%) dari kawasan TNKS atau 422.190 ha. berada di wilayah provinsi Jambi membentang dari wilayah kabupaten Bungo, Tebo, Sarolangun, Merangin dan Kerinci. Sedangkan pusat daya tarik kawasan TNKS terletak di kabupaten Kerinci dengan jarak ±491 km dari kota Jambi. Luas TNKS di Kabupaten Kerinci mencapai 215.000 ha. yang merupakan enclave terbesar didunia dan juga sebagai kawasan konservasi/hidrologi serta memiliki potensi alam berupa beraneka ragam hayati daerah tropis dan budaya yang sangat menarik.

Jenis fauna yang terdapat dikawasan TNKS terdiri dari berbagai jenis mamalia, burung, reptil, amphibi dan primata serta beberapa satwa langka yang dilindung. Tak kalah menarik dari itu semua adalah terdapat berbagai jenis flora yang mencapai sekitar 4000 spesies, yang spesifik diantaranya adalah Pinus Mercusii Strain kerinci, Kayu Pacet (Harpullia Arborea) yang memiliki warna yang sangat menarik. Bunga raflesia (Raflesia Arnoldi), Bunga Bangkai (Amorphophalus Titanum) yang merupakan bunga tertinggi di dunia.

Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli ini dikelola dengan sistem zonasi dan dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang kebudayaan, rekreasi dan pariwisata. Sedangkan fungsinya sebagai penyangga sistim kehidupan, pengawasan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Dikawasan ini terdapat gunung vulkano aktif tertinggi di pulau Sumatera yaitu Gunung Kerinci (3.805m dpl). Kawasan TNKS banyak memiliki objek wisata yang mengagumkan seperti danau dan air terjun. (http://wisata-jambi.com/id/index.php?option=com_content&task=view&id=96&Itemid=215)

Air Terjun Timbulun Koto Birah

Air terjun dengan ketinggian 20 m ini terletak di Koto Baru , Kecamatan Sungai Pagu. Air terjun ini terdiri dari 7 tingkat. Keindahan pemandangan yang di ciptakan oleh air terjun ini adalah curahkan air yang terus menerus menimbulkan gemuruh dan semburuh embun yang membuat sejuk. Apalagi ditunjang dengan kondisinya yang masih alami dan masih perlu pengembangan. Lokasi : Terletak di Jorong Koto Birah Nagari Koto Baru Kecamatan Sungai Pagu. Sekitar + 2.5 km dari jalan Raya Pekan Selasa Muara Labuh, dan + 30 km dari Padang Aro




.(http://bisnisukm.com/potensi-pariwisata-kabupaten-solok-selatan-sumatera-barat.html
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..