Headlines
Published On:Sabtu, 21 Januari 2012
Posted by AchiyaK Deni

Orang Minang Hobi Jualan

Tuduhan 'pelit' kerap melekat pada orang-orang asal Sumatera Barat. Namun para 'tertuduh' ini, entah karena tak perduli atau bosan mendengarnya, biasanya hanya tersenyum saja. Mereka memang terkenal jagoan dagang dan jago juga mengatur uang, makanya jadi dikira pelit. Apa saja dagangannya selain makanan Padang?

Selain alam yang indah dan tatanan adat yang unik, bumi Minang tersohor pula akan beragam karya seninya. Jika Anda menghadiri acara pernikahan adat Minang, simak detil pelaminannya yang mewah dan meriah penuh warna, kilauan kain songket serta aksesori perak dan emas yang dipakai oleh kedua mempelai, hingga ukiran kayu yang dipajang di beberapa sudut. Sungguh memukau! Inilah buah tangan para perajin Minang yang kian digemari sampai ke mancanegara.

Perak Koto Gadang
Mantan Presiden Soekamo begitu terkesan dan pernah menulis, "Koto Gadang, kotanja ketjil tetapi hatinja gadang." (Koto Gadang, kotanya kecil tetapi hatinya besar - red.). Jika menelusuri sejarah, memang nyata bahwa Koto Gadang merupakan pusat budayawan dan sastrawan. Pendeknya, kota orang-orang pintar. Begitu banyak tokoh penting lahir dari sini, dokter, politikus, duta besar, guru besar, seniman; menyebabkan kehebatan cumber daya manusianya sulit ditandingi oleh kota lain di negara ini. Tokoh pers Roehana Koeddoes, politikus dan tokoh pergerakan Haji Agus Salim, ahli ekonomi dan mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim, seniman lukis Oesman Effendi untuk menyebut sejumlah nama, adalah orang Koto Gadang.

Tak heran jika kerajinan peraknya pun memiliki brand image yang mendunia sejak 1911. Perhiasan, aksesori pakaian, pajangan hingga miniatur rumah Minang yang terbuat dari perak, tersedia di sini. Perak Koto Gadang bermotif lebih halus dibanding perak buatan tanah Jawa. Warnanya pun tidak mengkilat, melainkan berkesan `doff dalam nuansa putih susu yang elegan. Ringan dan elok, sangat manic bila dipadukan dengan songket untuk menghadiri acara resmi.

Benang Emas Pandai SikeK
Konon dahulu di sekitar daerah Padang Panjang, para wanita harus memakai pakaian adat yang ditenun serta dihiasi benang emas. Kain tenun bermotif halus dan berwarna cerah ini bahkan diberi nama-nama spesifik untuk membedakan coraknya, seperti Cukie Barantai, Cukie Bungo Tanjuang, Cukie Barayam Tali-Tali Buruang dan sebagainya. Songket Minangkabau, begitu kini orang banyak mengenalnya. Sebuah kampung di Padang Panjang, yaitu Pandai Sikek, sekarang terkenal sebagai pusat kerajinan tenun di Sumatera Barat. Terletak di Kabupaten Tana Datar, Kecamatan Sepuluh Koto, Desa Koto Baru, lokasinya tak sulit ditemui. Jika menuju Bukittinggi dari Padang, tempatnya hanya sekitar 15 menit setelah Anda melewati Lembah Anai.

  Perhatikan baik-baik petunjuk jalan. Pandai Sikek ada di kiri jalan. Susuri jalan itu sekitar 1 km untuk menemui sejumlah toko penjual kain songket. Beberapa toko juga memiliki workshop di tempat yang sama bagi Anda yang ingin melihat langsung prows pembuatannya. Motif yang rumit dalam tenunan Pandai Sikek memang membutuhkan keahlian yang tinggi. Untungnya keahlian ini tak pernah lenyap dimakan sang waktu karena penduduk setempat masih mewariskan kepandaian ini kepada putri-putrinya. Ya, pekerjaan menenun di sini memang hanya dilakukan oleh kaum wanita. Ada tiga jenis tenunan, yaitu benang satu, benang dua dan benang empat. Kain songket benang satu justru paling mahal karena waktu untuk menenunnya lebih lama, sekitar satu bulan hanya untuk menyelesaikan sebuah selendang. Hasilnya lebih halus dan lentur dibandingkan yang berbenang dua atau empat. Selendang benang dua bisa diselesaikan dalam tiga minggu dan cuma dua minggu untuk selendang benang empat.

Harga songket benang satu bisa mencapai Rp. 350.000,- untuk satu selendang, belum termasuk kain bawahannya. Jika membeli satu set selendang dan kain, harganya bisa sampai Rp. I juta. Sedangkan satu set songket benang dua dihargai sekitar Rp. 850.000,- dan yang benang empat bisa didapatkan dengan Rp. 500.000,- saja. Namun harga ini sangat sebanding dengan keindahan dan kehalusan tekstur yang Anda dapatkan dari songket khas Minang ini. Bahkan perancang busana kawakan, Edward Hutabarat, cukup sering menggunakan songket dalam rancangannya. Tak hanya itu,hiasan dinding dari kain songket juga tersedia dengan harga sekitar Rp. 100.000,-. Lengkapi dengan frame dari ukiran Pandai Sikek juga dan jadilah hiasan yang cantik.

Torehan Kayu Surian
Jika para perempuan Pandai Sikek sibuk menenun songket, maka para laki-laki sibuk mengukir. Seni ukir cukup berkembang di Sumatera Barat, terutama di kawasan Pandai Sikek ini. Berbahan baku kayu surian atau kayu suren, ukiran Minang memerlukan ketelitian dan kecermatan para pengukir dalam menorehkan motif motif khas yang penuh warna. Hasilnya sungguh menawan!

Seperti seni tenun, seluk beluk teknik ukiran di sini adalah ilmu `warisan' dan hingga kini masih diturunkan kepada kaum muda oleh 'guru-guru besar' seni ukir yang biasa dipanggil Pak Tuo. Kerajinan ukiran dan tenun songket yang awalnya merupakan aktifitas budaya, sekarang berubah menjadi profesi untuk meraih rupiah. Kaya budaya dan sekaligus kaya raya, kan?

Oleh-Oleh
Namun kalau Anda tak punya cukup waktu mengunjungi pusatpusat kerajinan di kotanya masing-masing, pergi saja ke toko souvenir setempat yang dijamin pasti menjual segala hal yang Anda inginkan, misalnya saja di Silungkang Art Center di Padang. Untuk cemilan khas Minang, kunjungi Toko Ayu, tak jauh dari Silungkang Art Center. Sedangkan di Bukittinggi, tempat belanja oleh-oleh (sekaligus shopping barang-barang yang lebih `modern') bisa ditemui di sepanjang Jalan Minangkabau atau saat Anda mengunjungi daerah wisata seperti Panorama Ngarai Sianok dan Gua Jepang.

Di Jalan Minangkabau, toko-toko berjajar persis di Pasar Baru Jakarta dan menjual berbagai kebutuhan, oleh-oleh serta kerajinan tangan khas Sumatera Barat. Atau bagi Anda yang gemar menawar, di ujung jalan ini terdapat sebuah pasar yang dinamakan Pasar Atas. Inilah pasar yang menjual ratusan barangbarang kelontong dan keperluan rumah tangga lainnya, selain juga tentunya oleh-oleh dan produk kriya. Tapi jangan berharap untuk bisa menawar dengan harga serendah mungkin, apalagi kalau Anda tak mahir bahasa Padang. Jangan lupa... Anda berhadapan dengan para jagoan dagang! (rin)
Sumber: Majalah Tamasya



Klik Bintang Untuk Voting Anda
Rating: 4.5
Description: Orang Minang Hobi Jualan
Reviewer: AchiyaK Deni
ItemReviewed: Orang Minang Hobi Jualan


About the Author

Posted by AchiyaK Deni on Sabtu, Januari 21, 2012. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By AchiyaK Deni on Sabtu, Januari 21, 2012. Filed under , , , . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..

VISITORNEW POST
PageRank Checker pingoat_13.gif pagerank searchengine optimization Search Engine Genie Promotion Widget ip free counter