Headlines

Janjang Koto Gadang atau Janjang Seribu

Posted by Unknown | Sabtu, 06 Desember 2014 | Posted in

Masyarakat Minang sekarang bisa berbangga hati karena Bukittinggi dan Agam, Sumatera Barat punya kawasan wisata baru. Bentuknya mirip-mirip dengan tembok China. Tapi yang di Koto Gadang mungkin lebih cantik, pemandangan ngarai Sianok terbentang. Pembangunan Janjang Koto Gadang atau Janjang Seribu yang merupakan ide dan sesepuh minang bapak Azwar Anas. Ide dan gagasan ini terujud dan dilaksanakan oleh Tifatul Sembiring Menteri Kominfo RI bersama kekuatan perantau.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan melalui jalan menurun. Kemudian bertemu dengan panorama Ngarai Sianok, persawahan dengan tebing-tebing nan indah ada jembatan gantung dan anak tangga yang tinggi
Kita akan membuat sejarah dan efek luar biasa dari pembangunan Janjang Koto Gadang. Salah satu efeknya adalah peningkatan ekonomi

masyarakat dan pengembangan wisata. Orang kalau ke Bukittingi pasti kenal dengan Jam Gadang, Ngarai Sianok, Lubang Jepang dan lain-lain. tapi orang belum tahu dengan Janjang Koto Gadang yang banyak kenangan sejarahnya. Hal ini di sampaikan Tifatul Sembiring ketika meresmikan dan penandatanganan prasasti Janjang Koto Gadang, Kabupaten Agam di Mesjid Koto Gadang, Sabtu (26/01).
Ikut hadir dalam kesempatan itu sesepuh minang AzwarAnas, Mutia Hatta, Ketua DPD RI Irman Gusman berserta anggota DPD asal pemilihan Sumatera Barat, Anggota DPR RI Refrizal, beberapa Bupati/Wako Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Dirjen Pariwisatá dan Ekonomi Kreatif Edi Waluyo, Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy serta perantau Koto Gadang.
Lebih lanjut, Tifatul mengatakan pembangunan Janjang Koto Gadang ini akan terus kita lakukan ke Singgalang, Koto Tuo dan Balingka sehingga mempunyai Sejarah tersendiri. 


 

Sumber   http://ikbpadang.blogspot.com

Pacu Jawi di Sumatera Barat: Berpacu Kencang Sambil Menggigit Ekor Sapi

Posted by Unknown | Senin, 16 Juli 2012 | Posted in , , ,


Pacu Jawi (Bahasa Minang) atau Pacu Sapi merupakan salah satu event budaya dari Sumatera Barat. Kegiatan ini biasanya dilakukan hanya untuk mengisi waktu setelah masa panen datang atau kadang diadakan 3 kali setahun sebelum musim tanam. Di Kabupaten Tanah Datar, ada empat kecamatan yang mempertahankan tradisi Pacu Jawi ini, yaitu: Sungai Tarab, Rambatan, Limo kaum, dan Pariangan.
Bicara mengenai pacu jawi tidak lepas dari atraksi Karapan Sapi di Madura. Kedua atraksi ini memang mirip namun ada beberapa hal yang membedakan antara Pacu Jawi dengan Karapan Sapi. Salah satunya adalah tempat berlangsungnya kedua atraksi ini. Jika Karapan Sapi dilaksanakan di tanah kering, maka Pacu Jawi ini dilaksanakan di tanah berlumpur bekas sawah yang telah dipanen penduduk setempat. Berbeda dengan Karapan Sapi, Pacu Jawi tidak menggunakan tongkat pendek berujung paku untuk mempercepat lari sapi di litasan.
Pacu Jawi murni hiburan bagi para petani usai masa panen dan hal inilah yang membuat pacu jawi menarik, meriah, dan berbeda. Dilombakan bukan dengan pasangan lawan sebagaimana layaknya perlombaan tetapi hanya dilepas satu persatu. Seorang joki mengendarai sepasang jawi diapit pembajak sawah sambil memegang tali dan menggigit ekor kedua sapinya. Yang  menjadi pemenang adalah pasangan jawi yang berlari paling lurus tanpa berbelok hingga ke garis akhir. Ada joki yang dapat menunggang sapi berlari cepat  atau sebaliknya ada juga si jawi (sapi) yang tidak mau berlari bahkan pergi  meninggalkan sang joki.
Jokinya akan dibekali alat bajak pacu yang terbuat dari bambu sebagai alat berpijak sewaktu perlombaan dimulai. Alat tersebut merupakan salah satu peralatan yang digunakan petani untuk membajak sawah.
Pacu Jawi kini menjadi salah satu ciri khas dari Sumatera Barat tersebar di wilayah Tanah Datar dan Lima Puluh Kota. Atraksi ini menarik animo wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang menikmati unik dan meriahnya Pacu Jawi yang penuh dengan aura ‘kejantanan’ ini. Ketika pertunjukan dimulai maka Anda akan melihat sang joki menggigit ekor sapi. Semakin keras joki menggigit ekor sapi maka semakin cepat sapi itu berlari.
Berjuanglah mendapatkan moment luar biasa ini melalui kamera Anda dari berbagai posisi, gerakan, ekspresi, dan guratan dari sang joki dan sapinya saat meluncur cepat di lapangan berlumpur. Semua ini adalah atraksi tersembunyi diantara pemandangan tropis yang rimbun dibawah langit biru Sumatera Barat.
Batu sangkar adalah sebuah kota kecil dimana Pacu Jawi dimulai. Biasanya perlombaan ini diadakan 3 kali setahun sebelum musim tanam. Atraksi ini dapat Anda nikmati di beberapa kecamatan di Sumatera Barat seperti: Limo Kaum, Pariangan, Sungai Tarab, Rambatan juga di Payobasung. Masyarakat di sini tahu bagaimana bersenang-senang dalam atraksi ini. Atraksi tersebut jelas membedakan joki sapi terbaik. Hanya ada beberapa yang mau mengambil resiko terjatuh di lumpur dengan kecepatan tinggi. Terkadang tidak semua joki dapat melakukan hal tersebut. Hanya joki-joki yang profesional yang dengan mudah melakukan atraksi gigiak ikua sapi tersebut.
Sapi berlari kencang, joki tangguh, cipratan lumpur berterbangan, sorak-sorai penonton, serta tepuk tangan bergemuruh adalah suasana dan pemandangan yang sulit Anda temui di belahan dunia manapun.
Daya tarik lain dalam Pacu Jawi ini adalah penampilan tarian dan permainan alat music tradisional yang diusung oleh masyarakat setempat.
Kegiatan Pacu Jawi telah berlangsung sejak masa Kaum Paderi menyebarkan pengaruhnya di Ranah Minangkabau. Pada saat bersamaan, pengaruh Kerajaan Pagaruyung mengalami penurunan akibat kekuasaan VOC. Pada awalnya, kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang petani yang akan memasuki musim tanam.
Dianggap sebagai mahluk suci di Bali dan India, sapi merupakan hewan dengan otot kekar. Selama upacara pembakaran mayat di Bali (Lihat upacara Pelebon di Bali), sebuah sarcophagus berbentuk sapi dengan bermahkotakan emas merupakan sebuah media untuk mengantarkan jenazah anggota kerajaan ke tempat pembakaran jenazah.
Nah, jadi saat berkunjung ke Minangkabau selain mengunjungi Ngarai Sianok, Lembah Harau, Sikuai, Istana Pagaruyung, Tambang Sawahlunto, dan lain-lain, ada Pacu Jawi yang patut Anda saksikan untuk mengisi satu slot penting dalam khasanah wisata budaya di Minangkabau.
Tips
  • Atraksi ini akan diadakan di sawah yang berlumpur jadi gunakan pakaian yang sesuai.
  • Datanglah saat masa panen di bulan Juni atau Juli atau kadang bulan Oktober. Pacu Jawi akan sangat meriah karena terdapat 500 sampai 800 sapi beraksi dalam atraksi ini.
  • Batusangkar adalah ibu kota Tanah Datar, Sumatera Barat. Batusangkar dapat diakses bus atau mobil sewaan dari Bukittinggi atau Padang. Kota ini berjarak 50 km dari Bukittinggi. Ketika berkunjung untuk menikmati atraksi ini, Anda bisa menemukan beragam akomodasi di Bukittinggi.


Sunber  :    http://indonesia.travel

Obyek Wisata Alam Air Terjun Sarasah Tanggo

Posted by Unknown | Sabtu, 16 Juni 2012 | Posted in , ,



Nama Objek Wisata : Air Terjun Sarasah Tanggo
Jenis : Objek Wisata Alam
Luas : ± 3,00 Ha
Lokasi : Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota
Jarak dari IKK : ± 3,00 Km
Jarak dari IK Provinsi : ± 133,00 Km
Sarana transportasi yang tersedia ke objek wisata : Taksi, Oplet, Ojek dan Becak Wisata
Fasilitas Objek Wisata : 1. Panorama Alam
2. Kolam Pemandian Alam
3. Bumi Perkemahan
Kegiatan yang bisa dilakukan : Berenang,Istirahat sambil melihat Pemandangan
Atraksi pada objek wisata : Menyaksikan Keindahan alam
Narasi Objek Wisata : Objek wisata ini merupakan air terjun yang berlokasi di Kanagarian Sarilamak Jorong Taratak  3 Km dari simpang Sarilamak. Mengunjungi air terjun Sarasah Tanggo ini merupakan wisata yang sangat mengasyikan untuk sampai ke lokasi ini kita harus berjalan kaki 300 m, suasananya masih alami disekelilingnya terdapat hutan konservasi dan berbagai jenis satwa seperti burung dan hewan lainnya, sehingga dalam perjalanan yang bernuasa alami ini sambil mendengar kicauan burung, dari kejauhan tampak puncak air terjun dan tebing terjal dengan ketinggian lebih dari 100 M. Disamping itu kita juga dapat melihat berbagai aktifitas masyarakat seperti bertani, serta beternak ikan yang airnya berasal dari Sarasah Tanggo ditambah suasana yang sangat menyejukkan dengan hamparan sawah yang menghijau. Airnya tak pernah kering walapun di musim kemarau, meluncur jatuh melalui dinding batu yang berbentuk tanggo (tangga) deselingi sesekali siulan satwa-satwa kecil disekitarnya. Air Terjun Sarasah Tanggo sangat potensi dan mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun manca negara yang menginginkan “Back to Nature”
Peluang Investasi : 1. Sarana bermain
2. Kolam Renang
3. Sarana Akomodasi yang alami



Sumber  :     http://urangminang.com/

Objek Wisata Lembah Anai

Posted by Unknown | Minggu, 10 Juni 2012 | Posted in ,

14 Feb
Lembah Anai
Kereta Wisata Melintasi Lembah Anai
Lembah Anai terletak di Nagari Singgalang Kecamatan X Koto persisnya di jalan raya Padang-Bukittinggi dengan jarak sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Batusangkar (via Padang Panjang). Lembah Anai terkenal dengan objek wisata air terjunnya. Lembah Anai sendiri merupakan daerah cagar alam yang dilindungi. Di dalam rindangnya hutan terdapat beberapa tanaman langka yang sekaligus menjadi daya tarik dari Cagar Alam Lembah Anai, salah satunya adalah bunga bangkai (amorphyphalus titanum). Bunga bangkai ini tumbuh subur di tengah hutan. Selain bunga bangkai ada juga beberapa tumbuhan kayu yang menjadi daya tarik kawasan cagar alam ini, di antaranya cangar, sapek, madang siapi-api (litsea adinantera), cubadak/cempedak air (artocarpus sp), madang babulu (gironniera nervosa), dan lain-lain.
Lembah Anai
Air Terjun di Lembah Anai
Ada pula hewan langka yang hampir punah, di antaranya harimau sumatra (phantera tigris sumatrensis), rusa (cervius timorensis), siamang (hylobates syndactylus), kera ekor panjang (macaca fascicu- laris), beruk (macaca nemestrena), trenggiling (manis java- nica), kancil (tragulus sp), tapir, dan biawak. Hewan yang sering dijumpai oleh wisatawan ketika melewati kawasan ini, adalah kera ekor panjang, siamang, dan beruk. Ketiga hewan ini selalu bergerak untuk mencari buah-buahan yang terdapat di kawasan hutan hingga ke pinggir jalan raya.
Sementara itu, untuk melihat hewan yang lain diperlukan tenaga pendamping yang mengantar pengunjung langsung ke tempat hewan tersebut biasa bermain dan mencari makan. Selain hewan-hewan tersebut, Cagar Alam Lembah Anai juga dihuni oleh aneka burung, seperti elang (accipitriade sp), burung balam (bolumbidae), burung punai, dan burung puyuh. Burung elang biasanya hidup di atas pohon tinggi. Apabila beruntung, wisatawan dapat melihatnya ketika burung tersebut terbang mengelilingi hutan untuk mencari mangsa.

Nagari tuo pariangan

Posted by Unknown | | Posted in , ,


a:2:{s:2:"id";s:20:"Nagari Tuo Pariangan";s:2:"en";s:0:"";}
Nagari Pariangan
Rating : Rating 3.6 3.6 (11 pemilih)

A. Selayang Pandang

Nagari Pariangan terletak di tengah lereng perbukitan Gunung Merapi dengan luas wilayah sekitar 17,97 km2 dan berada pada ketinggian 500-700 meter di atas permukaan laut (dpl). Nagari tersebut menjadi cikal bakal lahirnya sistem pemerintahan khas masyarakat Minangkabau, yang populer dengan nama nagari. Menurut sejumlah pengamat, sistem pemerintahan nagari mirip dengan konsep polis pada masyarakat Yunani kuno yang lebih otonom dan egaliter. Namun, sistem pemerintahan nagari hanya bertahan sampai tahun 1980. Karena, pada tahun 1981, terbitlah undang-undang tentang perubahan sistem pemerintahan di tingkat bawah. Sistem pemerintahan nagari kemudian diganti dengan sistem pemerintah desa sebagaimana yang berkembang pada masyarakat Jawa. Seperti nagari-nagari lainnya di Sumatra Barat, Nagari Pariangan pun beralih menjadi Desa Pariangan. Perubahan ini berdampak negatif pada masyarakat Sumatra Barat, seperti hilangnya kemandirian dan mengikisnya semangat egalitarianisme yang telah lama dipraktekkan.
Gunung Merapi yang tampak dari sudut Kota Bukittinggi
Sumber Foto: www.kabarindonesia.com
Pada tahun 1999, bertepatan dengan keluarnya keputusan pemerintah melalui UU Otomi Daerah yang memberi peluang bagi daerah untuk mengembangkan diri secara mandiri, masyarakat Sumatra Barat pun tidak melewatkan kesempatan emas tersebut. Undang-undang tersebut dijadikan momentum untuk menerapkan kembali sistem pemerintahan nagari. Awal tahun 1999 hingga tahun 2000 adalah masa-masa pewacanaan kembali sistem pemerintahan nagari (baliak ka nagari), terutama di luhak nan tigo, yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Sistem pemerintahan desa pun berganti dengan sistem pemerintahan nagari. Pariangan sebagai daerah asal Minangkabau pun berganti nama dari Desa Pariangan menjadi Nagari Pariangan.
Tak hanya dikenal sebagai asal-muasal nagari, Nagari Tuo Pariangan juga dikenal sebagai  asal-mula masyarakat Minangkabau. Dalam catatan sejarah yang terekam dalam tambo Minang menunjukkan bahwa Nagari Pariangan adalah nagari asal suku Minangkabau yang oleh masyarakat setempat disebut sebagai "Tampuk Tangkai Alam Minangkabau". Artinya, nagari ini dipercaya sebagai tempat pertama munculnya kehidupan di Alam Minangkabau ratusan tahun silam. Dalam tambo diceritakan, bahwa masyarakat Minangkabau merupakan keturunan Alexander Agung. Konon, beliau memiliki tiga orang putra, yaitu Sultan Maharaja Dipang (Sutan Maharajo Dipang), Sultan Maharaja Alif (Sutan Maharjo Alif), dan Sultan Maharaja Diraja (Sutan Maharajo Dirajo). Ketiganya merasa mempunyai hak yang sama untuk mewarisi jabatan ayahnya sebagai raja. Oleh sebab itu, ketiganya juga sama-sama berambisi untuk menggantikan posisi ayahnya tersebut.
Pada suatu ketika, ketiga putra raja tersebut sedang berada di atas sebuah kapal di tengah laut. Di atas kapal yang sedang berlayar itu, mereka bertengkar hebat dan mengklaim diri mereka masing-masing sebagai orang yang paling pantas menggantikan ayahnya sebagai raja. Puncak dari pertengkaran tersebut adalah perebutan mahkota raja yang terdapat di dalam kapal. Ketika sibuk bertengkar dan memperebutkan mahkota raja, tanpa mereka sadari, mahkota tersebut terlepas dan kemudian jatuh ke laut lepas. Ketika menyadari apa yang mereka perebutkan hilang, ketiganya berusaha mencari mahkota tersebut. Namun, apa yang mereka upayakan berakhir sia-sia belaka.
Setelah tidak berhasil menemukan mahkota raja, mereka kemudian melanjutkan pelayaran dengan tujuan yang berbeda-beda. Sultan Maharaja Dipang memilih berangkat ke arah Dataran Cina, Sultan Maharaja Alif memilih rute pelayaran ke Negeri Rum, dan Sutan Maharaja Diraja memilih rute pelayaran yang lain, sembari berharap menemukan mahkota yang hilang. Akhirnya, Sultan Maharaja Diraja terdampar di sebuah puncak gunung, yang belakangan dikenal dengan nama Gunung Merapi. Daerah yang terletak di sekeliling Gunung Merapi inilah yang kemudian disebut sebagai Alam Minangkabau.
Untuk menggambarkan asal-usul nenek moyang masyarakat Minang tersebut, terdapat sebuah pantun yang sangat familiar di kalangan masyarakat Minang:
Darimano asa titiak palito,
Di baliak telong nan batali
Darimano asa niniak moyang kito,
Dari lereang Gunuang Marapi
(Dari mana asal titik pelita
Dari balik telong yang bertali
Dari mana asal nenek moyang kita
Dari lereng Gunung Merapi)
Oleh karena memiliki kekayaan sejarah dan budaya ini, Nagari Pariangan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar. Sebagai nagari tua yang terdapat di Sumatra Barat, Nagari Pariangan menawarkan daya tarik objek wisata sejarah, budaya, dan alam.  

B. Keistimewaan

Memasuki kawasan Nagari Pariangan, para wisatawan akan diajak bernostalgia untuk mengenang kembali sejarah berabad-abad lampau melalui beberapa peninggalan bersejarah. Para wisatawan akan disambut dengan bangunan-bangunan lama yang memiliki nilai sejarah, kuburan tua, peninggalan batu dari zaman megalitikum, dan panorama alam yang memukau. Di Nagari Pariangan, terdapat berbagai tempat dan bangunan bersejarah peninggalan nenek moyang masyarakat Minangkabau yang menarik untuk dikunjungi, seperti Balairung Sari Tabek (Rumah Gadang tertua di Minangkabau), Rumah Gadang Dt. Bandaro I, Rumah Gadang Dt. Rangkayo Sati, Masjid Tuo (tua) Pariangan, serta Monumen Api Porda.
Rumah Gadang tempo dulu
Sumber Foto: teezone.multiply.com
Balairung Sari Tabek pada zaman dahulu sering dipergunakan untuk tempat bermusyawarah para pembesar dan penghulu kerajaan. Di samping itu, balairung ini sering juga dipergunakan untuk tempat menyelesaikan berbagai perkara yang terjadi di kalangan masyarakat di Nagari Pariangan. Sekarang ini, di samping dijadikan maskot wisata sejarah Nagari Pariangan, Balairung Sari juga dijadikan maskot wisata sejarah Kabupaten Tanah Datar. Bangunan bersejarah lainnya yang telah berusia ratusan tahun adalah Masjid Tua Pariangan, yang lebih dikenal dengan nama Masjid Ishlah. Masjid yang dibangun dengan gaya arsitektur Dongson ala dataran tinggi Tibet ini hingga kini tetap berdiri kokoh dan memesona. Selain itu, bangunan masjid ini menggambarkan betapa majunya peradaban Minangkabau tempo dulu.
Selain bangunan bersejarah, di daerah ini juga terdapat beberapa kuburan kuno, di antaranya adalah kuburan panjang Datuk Tantejo Gurhano dan kuburan Puti Indo Jalito (Puteri Indera Jelita). Puti Indo Jalito dikenal sebagai bundo (bunda) dari asal pucuk pimpinan adat masyarakat Minangkabau, yaitu Datuk Parpatiah Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan yang dikenal sebagai arsitek rumah gadang. Mengenai kuburan Datuk Tantejo Gurhano, menurut juru pelihara makam, Datuk Sampurno Marajo, tidak ada orang yang sama mengukur panjang makam yang membujur dari arah utara ke selatan. Ada yang mengatakan panjangnya 24 meter, ada juga yang mengatakan 29 meter.
Di nagari ini terdapat pula beberapa prasasti kuno peninggalan raja-raja pada masa Kerajaan Minangkabau yang berpusat di Pagaruyung. Ada beberapa prasasti yang masih utuh yang dapat dijumpai di nagari tersebut, seperti Prasasti Pariangan, Batu Tigo Luak, dan Menhir. Prasasti-prasasti tersebut sudah berumur cukup lama bahkan menjadi saksi bisu perjalanan sejarah masyarakat Pariangan dari zaman megalitikum hingga zaman modern sekarang ini. Batu dan prasasti tersebut masih tetap utuh di tempatnya semula. Hanya saja, akibat perubahan cuaca dan kurangnya perawatan, permukaan batu dan prasasti mulai memudar, warnanya berubah, dan tertutup lumut.
Nagari Pariangan bertambah lengkap dengan terdapatnya tempat-tempat khusus untuk wisatawan agar lebih leluasa lagi menikmati panorama alam nagari tua ini, seperti Bukit Sirangkiang dan Pintu Angin. Dari kedua bukit tersebut, para wistawan dapat menyaksikan hamparan petak-petak sawah yang memesona dan pemandangan alam yang terdapat di sepanjang kaki Gunung Merapi.
Setelah puas menikmati keeksotisan dan keindahan nagari bersejarah bagi masyarakat Minang ini, wisatawan dapat melepas lelah dengan mandi di objek wisata air hangat yang letaknya dekat dengan kedua bukit tersebut. Masyarakat setempat mempercayai bahwa air hangat tersebut dapat menghilangkan berbagai penyakit kulit, seperti gatal-gatal, kurap, dan kudis, serta dapat menghilangkan kecapekan.

C. Lokasi

Nagari Pariangan terletak di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

D. Akses

Nagari Pariangan berada di tepi jalan yang menghubungkan Kota Batusangkar dan Kota Padang Panjang. Nagari tua ini hanya berjarak sekitar 100 m dari jalan raya yang menghubungkan kedua kota tersebut. Dari Kota Padang, Nagari Pariangan dapat dikunjungi dengan menggunakan bus, jasa travel, atau mobil sewaan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Bila menggunakan bus, ongkosnya sekitar Rp 20.000-Rp 25.000 per orang (Januari 2009). Sedangkan dari Kota Batusangkar, Ibu Kota Kabupaten Tanah Datar, Nagari Pariangan dapat dicapai dengan naik bus, minibus, atau ojek dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. 

E. Harga Tiket

Tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Dalam proses konfirmasi.
(Diolah dari berbagai sumber/Noor Fadlli Marh/wm/80/01-09)
__________
Sumber Foto Utama: http://tanahdatar.go.id

wisata Puncak Pato Bukit Marapalam Minangkabau

Posted by Unknown | | Posted in , ,







Tugu prasasti Marapalam





Objek wisata Puncak Pato atau Bukit Marapalam ini dikenal dengan sejarah "Sumpah Satie Bukik Marapalam dan kawasan ini merupakan benteng pertahanan perang padri" Objek wisata Puncak Pato Terletak di Nagari Batu Bulek Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat,atau sekitar 17 km dari Kota Batusangkar.Di Puncak Pato terdapat bangunan beratap tumpuk yang melambangkan tempat pertemuan tiga pemimpin masyarakat ketika hendak melahirkan pedoman hidup
masyarakat Minangkabau yang dikenal sebagai Perjanjian Marapalam.


Sumber  :    http://forum.vibizportal.com/

KABUPATEN TANAH DATAR

Posted by Unknown | | Posted in , ,

 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Ibukota:
KABUPATEN TANAH DATAR
Provinsi Sumatra Barat
Batusangkar
Luas wilayah:
1.404 km²
Populasi:
345.383 Jiwa
Jarak dari ibukota provinsi:
102 Km
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Ateh bukik Pagaruyuang, bajanjang juo ka Batusangkar
Istano Rajo Balai Silinduang, batauik juo ka Tanah Datar
Tanah Datar Luhak nan Tuo, tampek Adityawarman Rajo patamo
Salamek datang dunsanak sadonyo, Ka Nagari Pusako rang Minang Rayo

 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Sukubangsa:
Pribumi: Minangkabau
Pendatang: Jawa, Tionghoa dan Batak
14 Kecamatan, 75 Nagari dan 395 Jorong:
1. Sapuluh Koto
2. Batipuh
3. Batipuh Selatan
4. Pariangan
5. Rambatan
6. Lima Kaum
7. Tanjung Emas
8. Padang Gantiang
9. Lintau Buo
10. Lintau Buo Utara
11. Sungayang
12. Sungai Tarab
13. Salimpaung
14. Tanjung Baru
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau





imageshack - Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau

Istano Silinduang Bulan
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
but now ^0^
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us



Pertunjukkan Kesenian di Pelataran Istano Basa Pagaruyuang Kab Tanah Datar Sumbar
By Ervan Nanggalo
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau

Courtessy the journey of Aku Cinta Indonesia 2010 west sumatra region by detik.com
Batu Batikam, konon Datuk Para Patih Nan Sabatang menikam batu ini dengan kris serta sarungnya
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Salah satu prasasti di kawasan Batu basureh yang berpahatkan matahari
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
makam kuno di kawasan Batu Basureh
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Batu Basureh, tulisannya kini memudar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
source and photo

Kab. Tanah Datar | Minggu, 03/10/2010 20:15 WIB
Road Rece Open Champ di Gelalar di Batusangkar
Tanhadatar, (ANTARA) - Mizzle seri II Padang Otomotif Spor Club (Pasc) Road Rece Open Champ 2010 kembali digelar di Batusangakar. Kali ini mempergunakan sirkuit non permanen Pagaruyung.
Ketua panitia pelaksana Is Hasan mengatakan, road race tersebut diselenggarakan berkat kerja sama Pasc dengan Mizzle.
"Road reace akan digelar sebanyak tiga seri untuk mencari bakat para pengendara kendaraan roda dua yang hobi balapan," kata Is Hasan kepada antara-sumbar.com, di Pagaruyung, Minggu (3/9).
Kata dia, selain ajang mencari bakat juga mengakomodir para kaula muda yang suka balapan liar di jalan raya, sehingga di sirkuit ini mereka bisa menampilkan kepbolehannya.
Disebutkannya, road race tersebut dikuti sekitar 275 peserta dari Sumbar, Riau dan Jambi yang terdiri dari berbagai kelas yang diperlombakan.
Ia merinci, beberpa kelas yang diperlombakan di antaranya, bebek 125cc 4 LKH Tune Up terbuka, bebek 110cc 4 LKH tune Up terbuka, bebek 125cc Tune Up pemula terbuka, bebek 110cc 4LKH Tune Up pemula terbuka, bebek 125cc 4 LKH standar pemula B terbuka, bebek 125cc 4 LKH standar pemula terbuka, OMR Matic 115cc 4 LKH standar pemula terbuka.
Selanjutanya, OMR Matic 130cc 4 LKH tune Up terbuka, OMR Matic 115cc 4 LKH standar lokal Tanahdatar, Padangpanjang dan Bukittinggi, bebek 125cc 4 LKH Tu Lokal Tanhdatar, Padangpanjang dan Bukittinggi.
Sebelumnya kata dia, seri I di gelar di Kota Bukittinggi dan seri kedua ini akan berlansung selam satu hari ini.
"Untuk finalnya atau seri III kita akan menggelar di Muaro Bungo, Jambi pada tanggal 14 November mendatang," ujarnya mengakhiri. (ben/wij)

Kenali Negerimu, Cintai Negerimu..
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Makam Adityawarman
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us



Batu Basurek (Prasasti) Kubu Rajo
Maharaja Adityawarman
Adityawarman berkuasa di Bhumi Melayu (Sumatra) setelah Kerajaan Sriwijaya mulai surut. Setelah mengabdi sebagai pejabat tinggi di Majapahit, Ia mengambil alih tahta kerajaan neneknya, Tri Muliawarmadewa di Batanghari, kemudian memindahkan kerajaannya di Sumatra Tengah sekitar Pagaruyung. Ia menamakan dirinya Raja Kanakamedinindra yang berarti Raja Pulau Emas (Swarnadwipa).
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

BUPATI BUKA MUBES VII SIMAWANG, RANG SUMANDO HELMI YAHYA JADI PERHATIAN
Mubes ke VII Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, dibuka secara resmi Bupati Tanah Datar, M. Shadiq Pasadigoe, selasa (14/9)
Hadir dalam acara tersebut,anggota DPR RI, Helmi Yahya, Orang Sumando Simawang, Prof.DR. Hj Nurhayati Yatim, Yesra Ediwan Anantanur (Wakil Bupati Kabupaten Solok) para tokoh masyarakat, dari perantau dan dari kampung halaman Simawang sendiri.
Dalam sambutannya Bupati, M. Shadiq Pasadigoe mengatakan, Mubes ini sangat penting artinya untuk membicarakan dan membuat keputusan perencanaan pembangunan Simawang kedepan yang lebih baik.
Menurut Bupati tiga dari dari empat janji yang disampaikan Bupati pada Mubes VI Simawang tahun lalu telah dapat terwujud, yaitu Membuka jalan raya dari Ombilin ke Batusangkar, pembangunan Puskesmas dan menaikkan Air Batang Ombilin ke Simawang,
Sedangkan pembenahan pasar dan penertiban toko disepanjang jalan Ombilin memerlukan waktu, walau belum sepenuhnya terealisasi akan tetapi ini memerlukan kesadaran sendiri dari masyarakat. sebaiknya permasalahan ini dapat dibicarakan dalam Mubes VII, ungkap Bupati.
Dikemukakan bahwa, kunjungan wisatawan ke-Tanah Datar terus meningkat, tujuan utama lebih besar untuk mengunjungi Istano Basa Pagaruyung, kita berharap dari Istano Pagaruyung para wisata akan pulang melalui ombilin untuk membeli oleh-oleh hasil kerajinan dan makanan khas masyarakat Nagari Simawang yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat disini.
Dijelaskan bahwa, Pasar ombilin merupakan pasar yang terletak dipintu gerbang Tanah Datar, sedangkan keberadaannya tampak masih sembraut, kalau memungkinkan dipasar ini bisa dibangun toko, tetapi persoalannya adalah bagaimana dengan pembebasan tanahnya, semua itu hendaknya akan dapat menjadi pembicaraan didalam Mubes ini, harap Bupati.
Nagari Simawang merupakan daerah perlintasan, sangat rawan akan masuknya pengaruh Narkoba yang akan mengancam generasi muda, oleh sebab itu perlu pengawasan dari niniak mamak kepada generasi muda.
Kehadiran Helmi Yahya di Simawang menjadi pusat perhatian peserta Mubes, karena selama ini mereka hanya mengenal Helmi lewat televisi, dengan berbagai acara termasuk sebagai Mr. X dalam acara Uang Kaget.(Humas-Veri/Hendra)

Proyek Pembangunan Gedung Nasional
Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar

nice ^0^

"welcome'in Tanah Datar Thread in Skyscrapercity Indonesian Forum"

mantaaap...
terima kasih bro Bala... ^0^

Panorama Alam Tanah Datar
Jorong Balai Mato Aie
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

Selamat Datang di Kota Batusangkar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Rumah Dinas Bupati Tanah Datar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

thanx foto2nya Afril dan Bagak ^0^, nih ada oleh2 dikit dari Museum Nasional.. Arca Bhairawa yang merupakan perwujudan dari Raja Adityawarman ^0^
Sebenernya ditemuin di Padangroco, Kabupaten Dharmasraya.

Istano Basa Pagaruyung
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

KABUPATEN TANAH DATAR
Provinsi Sumatra Barat
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Ibukota:
Batusangkar
Luas wilayah:
1.404 km²
Populasi:
345.383 Jiwa
Jarak dari ibukota provinsi:
102 Km
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Ateh bukik Pagaruyuang, bajanjang juo ka Batusangkar
Istano Rajo Balai Silinduang, batauik juo ka Tanah Datar
Tanah Datar Luhak nan Tuo, tampek Adityawarman Rajo patamo
Salamek datang dunsanak sadonyo, Ka Nagari Pusako rang Minang Rayo

 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Sukubangsa:
Pribumi: Minangkabau
Pendatang: Jawa, Tionghoa dan Batak
14 Kecamatan, 75 Nagari dan 395 Jorong:
1. Sapuluh Koto
2. Batipuh
3. Batipuh Selatan
4. Pariangan
5. Rambatan
6. Lima Kaum
7. Tanjung Emas
8. Padang Gantiang
9. Lintau Buo
10. Lintau Buo Utara
11. Sungayang
12. Sungai Tarab
13. Salimpaung
14. Tanjung Baru
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau

Masjid Lubuk Bauk
Batipuh, Kabupaten Tanah Datar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

DPRD Tanah Datar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

Kantor Bupati Tanah Datar
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
 Tanah Datar | West Sumatra | Special Thread: Tanah Pusako Minangkabau
Uploaded with ImageShack.us

Categories
sumner : http://oridwidget.blogspot.com
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..