Headlines
Published On:Rabu, 04 Januari 2012
Posted by AchiyaK Deni

Rendang Makanan Kebesaran Adat Minangkabau

Terbang layang di Taehbukik

Tidak sulit untuk mendapatkan Rendang atau "Randang" di Sumatera Barat.  Sebab makanan daging yang diolah dengan bumbu khas rempah-rempah akan hampir tersaji di seluruh restoran dan rumah makan Padang yang ada di Sumatera Barat maupun diluar Sumatera Barat. Makanan yang dinobatkan sebagai makanan terlezat di Bumi saat ini menurut versi CNN itu, merupakan makanan yang telah dikenal ratusan tahun oleh masyarakat Minangkabau Sumatera Barat.


Sumber gambar Penelusuran  Google

Randang Daging merupakan makanan adat dan kebesaran bagi warga Minangkabau, sebab pada setiap kegiatan atau upacara adat di negeri Rumah Bagonjong ini wajib tersedia makanan yang namanya Randang. Konon menurut ceritanya randang sudah ada sejak ratusan tahun lalu sebagai makanan kebesaran petinggi-petinggi adat pada sukubangsa Minangkabau.

Saat ini makanan khas dari daging sapi atau kerbau itu, selain sebagai makanan yang disajikan saat upacara-upacara beradat di Minangkabau, juga menjadi makanan wajib setiap keluarga Minangkabau ketika lebaran Idulfitri, Idul Adha dan ketika akan memasuki bulan Suci Ramadhan.

Tentunya untuk mengolah daging sapi atau kerbau menjadi Rendang butuh proses pemasakan yang khusus agar dagingnya empuk dan rasanya lezat. Meski pembuatannya sedikit rumit dibandingkan masakan-masakan lainya. Namun hampir seluruh ibu rumah tangga mengenal cara pembuatan Rendang secara turun temurun dari generasi kegenerasi.

Daging yang digunakan untuk membuat Rendang yang lezat adalah Daging Sapi atau Daging Kerbau terbaik. Umumnya yang paling mampu menghadirkan rasa terbaik adalah daging pinggul atau  "Topside" dengan kualitas daging yang sedikit lemaknya. Sehingga hasilnya maksimal. Selain rasanya yang empuk daging ini juga mampu membuat Rendang tahan lama hingga empat bulan lamanya.

Untuk mendapatkan masakan Randang yang sempurna, biasanya dimasak dengan jangka waktu yang cukup lama, empat sampai lima jam dengan api secukupnya hingga santan kelapa serta bumbu rempah yang ada didalamnya berubah menjadi minyak dan kadar air di dalam daging menjadi kering. Saat memasaknya, Rendang harus terus diaduk supaya tidak gosong.

Bumbu yang digunakan adalah rempah-rempah yang mudah didapatkan di seluruh wilayah Sumatera Barat, diantaranya Cabai, Bawang Putih, Bawang Merah, Jahe, kayu manis, Cengkeh, garam, Santan Kelapa dan sejumlah bumbu penyebab lainnya. Rasa yang dihasilkan dari racikan bumbu membuat rasa rendang menonjolkan rasa pedasnya.

Selain daging masakan rendang dari waktu kewaktu mengami perkembangan, hingga muncul berbagai macam Rendang, seperti Rendang Telur, Rendang Belut Daun Kayu dan Rendang Ayam. Masakan ini cukup berkembang ditengah-tengah masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat.  

Salah seorang koki Rendang di Restoran Sederhana, Bukittinggi, Yondri,35 mengaku menjadi koki rendang sudah hampir sepuluh tahun. keterampilan itu didaptkan dari seorang Koki tua di restoran ini. Menurutnya tidak sulit untuk mendapatkan ilmu untuk menghasilkan Rendang yang lezat.

"pekerjaaannya sederhanan saja, namun emang membutuhkan kesabaran dan kejelian memilih daging yang akan diolah. Sehingga mampu menghasilkan Rendang yang empuk dan rasa yang lezat,"terang Yondri

Waraga asal tigobalah Bukittinggi itu, mengaku tidak perlu kursus untuk mempelajarinya. Cukup denan melihat cara memasak dua hingga tiga kali saja dan memperhitungkan perbandingan bumbu dengan porsi yang akan dimasak dengan mudah akan mampu menjadi koki rendang.

"dengan hanya melihat saja bagaimana orang memasak, kita juga akan mampu untuk memasaknya sendiri, hampir semua ibu rumahtangga di Minangkabau pandai memasak. jika tidak bisa berarti bukan orang Minangkabau,"ungkapnya memastikan.      
      
Meski Rendang adalah makanan khasnya orang Minangkabau dengan cita rasa yang tinggi dan mampu bertahan lama, serta sudah menjadi oleh-oleh bagi perantau setiap kembali dari kampung. Namun belum banyak yang melakukan upaya pemasaran secara besar-besaran hingga keluar negeri dari negeri asalnya di Minangkabau. boleh dikatakan hanya beberpa pengusaha saja yang saat ini menggeluti usaha ini.

Salah satunya yang bisa di jumpai usaha Rendang saat ini adalah usaha "Rendang Mak Ngah" di Padang Lua, Jalan Raya Bukittinggi-Padang Lua, Agam. Usaha itupun baru digeluti sejak dua tahun terakhir. Menurut pemilik Usaha Rendang, Eddy Saputra, 54 pengemasan randang dan pemasaran Rendang hingga ke sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri itu dilakoninya sejak tahun 2010 lalu.

Keinginan itu muncul dari keprihatinnya terhadap makanan khas Minangkabau yang mulai diklaim oleh negara lain."Malaysia mengklaim Rendang, padahal asalnya dari Sumatera Barat. Kita ingin kembali mempopulerkan Rendang sebagai makanan khas kita Orang Minangkabau,"ucapnya.

Eddy mengaku telah merintis usaha ini sejak tahun 2009 lalu. Namun baru mendapatkan izin sejak tahun 2010. Sejak itu pengusaha Rendang asal Panganak Bukittinggi ini mulai memasarkannya, Ke Surabaya, Medan, Pekan Baru, Bandung Padang dan Sejum lah daerah lainya di luar Negeri seperti Malaysia, Jepang melalui para perantau Minang, bahkan ke Kairo Mesir juga telah dipasarkannya kepada Mahasiswa di Al-Azhar.

Rendang Eddy yang di beri merk Mak Ngah itu, dikemas dalam kotak berisi 225 gram dengan harga ecer Rp50-60 ribu perkotaknya. belum merasa puas dengan pemasaran saat ini, Pengusaha Rendang yang dibantu oleh sepuluh orang Koki itu,  saat ini sedang mengupayakan agar rendang mampu menjadi bakanan yang akan dibawa oleh jemaah haji nantinya.

"kedepannya kita ingin mengemas Rendang didalam kemasan Kelang untuk dipasarkan keseluruh dunia. Namun saat ini kita masih kesulitan untuk mendapatkan modalnya. Sekitar Rp500 juta diperkirakan kita sudah bisa membuat dapur terpadu untuk menghasilkan Rendang Kalengan,"pungkasnya.(fd)

[ Red/Husnal Hayati ]

Sumber   :   http://padang-today.com/

Klik Bintang Untuk Voting Anda
Rating: 4.5
Description: Rendang Makanan Kebesaran Adat Minangkabau
Reviewer: AchiyaK Deni
ItemReviewed: Rendang Makanan Kebesaran Adat Minangkabau


About the Author

Posted by AchiyaK Deni on Rabu, Januari 04, 2012. Filed under , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By AchiyaK Deni on Rabu, Januari 04, 2012. Filed under , , , . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 comments for "Rendang Makanan Kebesaran Adat Minangkabau"

Posting Komentar
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..

VISITORNEW POST
PageRank Checker pingoat_13.gif pagerank searchengine optimization Search Engine Genie Promotion Widget ip free counter