Headlines
Published On:Jumat, 20 Januari 2012
Posted by AchiyaK Deni

Kubang, Nagari yang Merambah Dunia Lewat Martabak dan Songket (1)

96 klik
Martabak Kubang: Nagari Kubang terkenal dengan martabaknya yang sudah menjelajah
Siapa yang tidak kenal dengan martabak kubang? Rasanya yang gurih, dicampur bumbu racikan rempah, ditambah kuah sebagai pelengkap, sungguh membuat lidah bergoyang. Tidak heran, bila martabak yang namanya diambil dari sebuah nama kampung di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar itu, laris manis di mana-mana.

“Kalau pulang kampung saat Lebaran, belum lengkap rasanya kalau belum makan martabak kubang,” begitu pengakuan Titin, seorang perantau Payakumbuh di Jakarta. Titin tidak sendiri, ada ratusan bahkan ribuan perantau Minang yang menjadi penggemar martabak kubang.

Tidak hanya perantau Minang, warga dari berbagai suku di Tanah Air juga menyukai makanan asal Mesir ini. “Saya suka martabak mesir dari Kubang atau yang dibuat oleh orang Kubang, karena rasanya yang berbeda dibandingkan martabak dari Mesir itu sendiri,” ujar Yoyok Nurcahyo, seorang lelaki asal Jawa.

Ya, martabak Mesir made in Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, memang berbeda rasanya dengan martabak Mesir yang ada di Mesir. Jika di tanah asalnya, rasa martabak Mesir datar alias hambar. Maka martabak Mesir dari Kubang, rasanya sungguh maknyos!

Ini tentu terjadi karena daging dalam martabak Kubang, dibaluri dengan belasan rempah-rempah. Umumnya, rempah-rempah yang dijadikan bumbu martabak kubang, hanya diketahui warga asal Kubang, keturunan rang Kubang, ataupun mereka yang pernah bekerja dengan orang Kubang.

Satu lagi, rempah-rempah yang dijadikan sebagai bumbu olahan daging martabak kubang, umumnya tetap didatangkan para pedagang dari Kubang. Mungkin karena itupula, hubungan antara para perantau Kubang yang berjualan martabak dengan kampung halaman mereka, tidak pernah putus.

“Perantau Kubang yang berjualan martabak, tidak hanya tetap memesan rempah untuk bumbu martabak ke kampung halaman. Tetapi juga membawa ratusan pemuda-pemudi merantau, sehingga pengangguran ikut berkurang,” ujar Wali Nagari Kubang Hemmy Setiawan, pekan lalu.

Tidak hanya perantau pedagang martabak saja yang membuat Nagari Kubang menjadi terkenal dan pemuda-pemudinya memperoleh lapangan kerja. Perantau Kubang yang bergelut di sektor lain, termasuk foto copy, percetakan, dan foto juga sangat membantu pemerintah nagari beserta masyarakat.

Begitupula perantau Kubang yang mendedikasikan diri untuk ummat, seperti Rektor Unand Dr Werry Darta Taifur SE MA, Kakan Kemenag Limapuluh Kota Gusman Piliang, mantan Wawako Payakumbuh Benny Muchtar, Pimred Padang TV Vinna Melwanti, dan perantau lain yang menjadi dosen, dokter, polisi, TNI maupun pejabat di instansi pemerintahan.

Semua perantau Kubang, benar-benar memberi sumbangsih untuk nagari mereka. Terlebih Ikatan Keluarga Kubang di Jabodetabek yang dipimpin E Datuak Majo Indo, sangat mendukung program pemerintah nagari. Setiap Idul Fitri, mereka selalu pulang basamo. Memberi bantuan pembangunan dan gagasan bernas.

“Idul Adha kemarin, perantau berkurban 100 ekor sapi. Pokoknya, kami sangat bangga dengan para perantau. Apalagi terakhir, perantau Kubang yang juga Ketua Gonjong Limo Padang Dr Werry Darta Taifur SE MA,  terpilih sebagai Rektor Unand. Beliau memang peduli terhadap pendidikan anak bangsa,” ujar Hemmy Setiawan.

Hemmy tidak bicara sendiri, Ketua Bamus Kubang H Azmi Agus juga mengaku bangga, nagari mereka bisa melahirkan seorang rektor di universitas terbesar di Sumbar. “Warga Kubang, bangga memiliki Dr Werry Darta Taifur SE MA. Kami doakan beliau sukses memajukan Unand,” ujarnya,

Tenun masih Terjaga
Selain terkenal lewat martabak dan perantaunya yang hebat-hebat. Nagari Kubang juga dikenal sebagai nagari yang masih menjaga tradisi menenun. Hampir 150 perempuan di nagari ini, pandai menenun dan membuat songket yang dinamai songket kubang.

“Sekarang, usaha songket kubang dijaga, diwarisi dan dikelola oleh tiga anak nagari. Yakni, Hj Risna Ridwan, Dewi Reni dan Hj Marni Geneng. Mereka, bisa menampung tenaga kerja, mencapai 150 orang.

Bayangkan, betapa besarnya dampak ekonomi dari selembar songket kubang,” beber Hemmy.
Wali nagari yang low profile dan sederhana ini juga mengaku senang, dengan adanya kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terhadap para pegawai, agar setiap Kamis dan Jumat memakai pakaian seragam yang bahan-bakunya adalah produksi daerah.

“Kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten itu, membawa angin segar terhadap masyarakat kami yang menjaga tradisi menenun. Kami juga senang, industri songket Kubang dapat pembinaan dari Dinas Koperindag yang dipimpin Ibu Yunire Yunirman,” ulas Hemmy.

Kendati demikian, diakui Hemmy, industri songket kubang sedikit terbentur dengan bahan baku yang terbatas, sehingga harus didatangkan dari Bandung, Jawa Barat dan Silungkang, Sawahlunto. Untuk itupula, pemerintah kabupaten melalui Perusda Gonjong Limo atau Dinas Koperindag, diharapkan dapat memfasilitasi pengadaan benang.

Disamping memfasilitasi pengadaan benang, Helmi berharap, pemerintah daerah terus mempromosikan dan membantu pemasaran songket kubang. “Ini penting, agar ekonomi kerakyatan di nagari kami, lebih bergairah,” ujar Hemmy.

Walau memiliki perempuan yang jago menenun, tepai tenun bukanlah satu-satunya komoditi unggulan dari Nagari Kubang. Seperti nagari lain di Kabupaten Limapuluh Kota, Tim Jelajah Nagari juga menemukan sejumlah potensi Nagari Kubang Kubang. Apa saja? Simak terus, Padang Ekspres! (***)
sumber  :   Padang Ekspres
[ Red/Redaksi_ILS ]

Klik Bintang Untuk Voting Anda
Rating: 4.5
Description: Kubang, Nagari yang Merambah Dunia Lewat Martabak dan Songket (1)
Reviewer: AchiyaK Deni
ItemReviewed: Kubang, Nagari yang Merambah Dunia Lewat Martabak dan Songket (1)


About the Author

Posted by AchiyaK Deni on Jumat, Januari 20, 2012. Filed under , , , , , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By AchiyaK Deni on Jumat, Januari 20, 2012. Filed under , , , , , . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 comments for "Kubang, Nagari yang Merambah Dunia Lewat Martabak dan Songket (1)"

Posting Komentar
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..

VISITORNEW POST
PageRank Checker pingoat_13.gif pagerank searchengine optimization Search Engine Genie Promotion Widget ip free counter