Headlines
Published On:Kamis, 17 Februari 2011
Posted by AchiyaK Deni

Mak Itam ( Minang Saisuak)

suryadi-minang-saisuak-mak-itam


KERETA API adalah moda transportasi yang murah, cukup ramah lingkungan dan bersifat massal. Karena itulah banyak negara di dunia mengembangkan sistem perkeretaapian. Tapi di Indonesia justru sebaliknya: konon panjang jalan kereta api di negara kita ini sekarang lebih pendek dibanding zaman Belanda dulu. Di Minangkabau kereta api sudah diperkenalkan sejak akhir abad ke-19. Pada tahun 1891 Pemerintah Kolonial Belanda mulai membangun jalan kereta api dari Sawah Lunto ke Padang. Boleh dikatakan untuk wilayah pulau Sumatra, Sumatra Baratlah yang memiliki jalur jalan kereta api yang terbaik. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun jalur jalan kereta yang menghubungkan kota-kota di darek dan di pantai, sejauh Naras di utara Pariaman dan Payakumbuh di luhak 50 Koto.

Kali ini kami sajikan foto ‘Mak Itam’ – sebutan orang Minang kepada lokomotif kereta api karena warnanya yang hitam – yang pernah dipakai di Sumatra Barat di zaman kolonial. Foto yang semula tercatat sebagai koleksi F. H. J. Bal ini dibuat tahun 1935. Di tahun 1960an dan 1970an pernah ada sebutan ‘kuretapi Ganefo’ untuk jenis kereta api yang ditarik oleh lokomotif seperti ini. Lihatlah berapa kekarnya ‘Mak Itam’ kita ini. Generasi tua Minangkabau yang masih hidup sekarang tentu masih ingat bau ‘Mak Itam’ yang khas karena memakai energi batubara yang diambil dari perut bumi Sawah Lunto. Lokomotif ini menarik rangkaian gerbong, melintasi desa-desa Minangkabau nan permai, terlihat fantastis dari kejauhan. Dulu banyak orang ingin sekali melihat ruang masinis lokomotif kereta api dan berkenalan dengan masinisnya, seperti keinginan orang untuk melihat cockpit pesawat terbang sekarang. Pada masa itu banyak orang merasa bangga dan senang melihat lokomotif ‘Mak Itam’ yang terkesan gagah dan kuat itu, sama seperti yang sekarang dirasakan Nofrins Napilus. Baru-baru ini penggagas Masyarakat Peduli Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) itu memulangkan salah satu ‘Mak Itam’ yang lama ‘merantau’ ke Jawa untuk menggiatkan wisata kereta api di Sumatra Barat. Kini di Sumatra Barat tampak adanya keinginan untuk mengembangkan lagi moda transportasi kereta api. Ini mengingatkan saya pada bunyi satu iklan di Belanda: ‘Mari naik kereta api, jangan beli mobil’  

Suryadi – Leiden, Belanda. (Sumber foto: KITLV Leiden).
Singgalang, Minggu, 18 Juli 2010
sumber : http://niadilova.blogdetik.com/

Klik Bintang Untuk Voting Anda
Rating: 4.5
Description: Mak Itam ( Minang Saisuak)
Reviewer: AchiyaK Deni
ItemReviewed: Mak Itam ( Minang Saisuak)


About the Author

Posted by AchiyaK Deni on Kamis, Februari 17, 2011. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

By AchiyaK Deni on Kamis, Februari 17, 2011. Filed under . Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

0 comments for "Mak Itam ( Minang Saisuak)"

Poskan Komentar
Latest Posts :

Hotel

Kuliner

Wisata

Artikel Lainnya » » More on this category » Artikel Lainnya » »

Musik

Tari

Ukiran

Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » » Artikel Lainnya » »

Top Post

Coment

Adat

Artikel Lainnya»

Budaya

Artikel Lainnya »

Sejarah

Artikel Lainnya »

Tradisi

Artikel Lainnya »

Di Likee "Yaaa.." Kalau Postingan Di sini Sangat Bermanfaat Dan Membantu bagi Anda ..

VISITORNEW POST
PageRank Checker pingoat_13.gif pagerank searchengine optimization Search Engine Genie Promotion Widget ip free counter